Senin, 21 Desember 2015

PPL ~ Pengalaman Paling Lasuah :D

Hai hai hai



















Assalamu'alaikum~
Udah kangen pisan sama blog ini hikshiks (nangis terharu)

Maafkan karena mengabaikanmu hampir 4 bulan lamanya :(
Tapi sebagai gantinya Rahma punya cerita dibalik 4 bulan Rahma menghilang hahaha.

Semalem salah seorang siswa yang Rahma ajar di tempat PPL ngeLine. Karena hari ini siswanya menerima raport jadi Rahma udah selesai tugasnya bantu-bantu Ibu Pamong tersayang :)
Hari ini Rahma gak ke sekolah kek kemaren-kemaren lagi, sedih sebenarnya, sebab kangen siswanya sekolahnya guru-gurunya dan teman-teman PPL juga.
Banyak suka duka yang kami alami, tapi semua itu harus disyukuri karena pengalaman tak kan bisa dibeli :)
Balik lagi ke cerita siswa yang ngeLine Rahma semalem.
Jadi, awalnya dia cuma nanya-nanya seputar raport dibagiin jam berapa, pake baju apa ke sekolahnya, dia ranking berapa (yg ini Rahma gak jawab, kan dirahasiakan hahha).
Trus tetiba (bahasa apa ini tetiba :v), dia curhat. Awalnya Rahma pikir bakalan curhat tentang pacarnya wkwk. Ternyata bukan, dia cerita kalau dia abis nangis. Lho??

Ternyata dia nangis habis liat postingan video yang Rahma bagikan di TL Line.
Video itu cerita tentang orang-orang non muslim yang merasa hatinya sejuk dan tenang setelah mendengarkan bacaan murotal Al-Quran. Info aja, ini postingannya udah lama banget Rahma share. Keknya dia ngepoin TL Rahma wkwkwk. (BTW, sekarang Rahma keseringan pake wkwkwk yaa? gak tau juga tah kenapa :3)

Dia cerita kalau dia merasa banyak dosa banget, udah dari situ dia curhat segala macemnya. Dianya masih kelas 7 SMP dan baru baligh keknya.
Alhamdulillah, berarti Allah membukakan mata batinnya untuk suatu kebenaran. Kalau dia sudah merasakan banyak dosa apalagi Rahma yang tua 9 tahun dari dia, harusnya Rahma yang lebih banyak menangis karena dosa-dosa yang diperbuat.
Benar-benar menjadi refleksi bagi Rahma sebelum tidur.

Semoga semua siswa Rahma ini bisa segera banyak bertaubat dan meninggakan larangan dari Allah, kemudian bersegera melaksanakan semua kewajiban mereka sebagai seoarang muslim.

Senang bisa menjadi seorang guru bagi mereka, karena mereka adalah pucuknya harapan bangsa yang akan menjadi pelurus bangsa ini. Semoga akan segera lahir diantara mereka generasi serta bibit yang akan membawa Indonesia serta umat Islam kepada kejayaan yang diRidhoi oleh Allah.aamiin.

Udahan dulu ya ceritanya.. bye bye~

Senin, 24 Agustus 2015

Hakikat dari Cinta yang Akan Diterima Allah


Diambil dari kutipan novel Ayat-ayat Cinta tentang Cinta yang seharusnya kita pertaruhkan danperjuangkan, buka mata dan buka hatimu, apakah cinta yang saat ini kamu rasakan adalah suatu yang benar atau suatu kesalahan fatal?

“Aisha isteriku, apakah kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku. 
Aisha menganggukkan kepala. 
“Aku juga sangat mencintaimu. Dan aku tak ingin kita yang sekarang ini saling
mencintai kelak di akhirat menjadi orang yang saling membenci dan saling
memusuhi.” 
“Apa maksudmu? Apakah ada dua orang yang di dunia saling mencintai di
akhirat justru saling memusuhi?” tanyanya. 
“Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada Allah maka
keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. Tentu kelak mereka berdua akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang sangat mencintai
kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Tak peduli pada apa pun
juga. Terkadang juga tidak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. Sebab mereka akan berseteru di hadapan pengadilan Allah Swt. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah Swt dalam surat Az Zuhruf ayat 67: ‘Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.’ Isteriku, aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi dan saling mencintai kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Aku ingin kelak di akhirat kita tetap menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan oleh Allah Swt. Aku tak menginginkan yang lain kecuali itu isteriku. Hidup dan mati sudah ada ajalnya. Allahlah yang menentukan bukan keluarga Noura juga bukan hakim pengadilan itu. Jika memang kematianku ada di tiang gantungan itu bukan suatu hal yang harus ditakutkan. Beribu-ribu sebab tapi kematian adalah satu yaitu kematian. Yang membedakan rasanya seseorang mereguk kematian adalah besarnya ridha Tuhan kepadanya. Isteriku, aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan dirimu di dunia ini dan aku lebih tak ingin kehilangan dirimu di akhirat nanti. Satu-satunya jalan yang harus kita tempuh agar kita tetap bersama dan tidak kehilangan adalah bertakwa dengan sepenuh takwa kepada Allah Azza Wa Jalla.” 
Tangis Aisha semakin menjadi-jadi.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Takdir & Ikhtiar


Ini adalah sedikit kutipan dari novel Ayat- ayat Cinta, kalau dibaca perlahan dan diresapi akan membuka hati tentang apa artinya takdir dan usaha.

“Fahri, kenapa sih kau buat peta hidup ke depan segala, bukankah hidup ini enaknya mengalir bagaikan air?” tanya Maria. 
Kepalaku sebenarnya semakin nyut-nyut tapi aku selalu tidak bisa membiarkan kecewa orang yang bertanya padaku.
“Maaf, setiap orang berbeda dalam memandang hidup ini dan berbeda caranya dalam menempuh hidup ini. Peta masa depan itu saya buat terus terang saja berangkat dari semangat spiritual ayat suci Al-Qur’an yang saya yakini. Dalam surat Ar Ra’ad ayat sebelas Allah berfirman, Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya. Jadi nasib saya, masa depan saya, mau jadi apa saya, sayalah yang menentukan. Sukses dan gagalnya saya, sayalah yang menciptakan. Saya sendirilah yang mengaristeki apa yang akan saya raih dalam hidup ini.” 
Belum selesai aku bicara Maria menyela, “Kalau begitu di mana takdir Tuhan?”
“Takdir Tuhan ada di ujung usaha manusia. Tuhan Mahaadil, Dia akan memberikan sesuatu kepada umat-Nya sesuai dengan kadar usaha dan ikhtiarnya. Dan agar saya tidak tersesat atau melangkah tidak tentu arah dalam berikhtiar dan berusaha maka saya membuat peta masa depan saya. Saya suka dengan kata-kata bertenaga Thomas Carlyle: ‘Seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada di jalan yang mulus!’ Peta hidup ini saya buat untuk mempertegas arah tujuan hidupku sepuluh tahun ke depan. Ini bagian dari usaha dan ikhtiar dan setelah itu semuanya saya serahkan sepenuhnya kepada Tuhan.”
Maria mengangguk-anggukkan kepala.

Selasa, 28 April 2015

Rasulullah, sebagai Pemimpin

Assalamu'alaikumwarahmatullah wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahiim..

Di tengah hiruk pikuk SPM (Seminar Pendidikan Matematika) yang menggelegarkan minggu-minggu akhir semester 6 ini, Rahma sempatkan berkunjung ke istana Sketsa Hati tercinta. Butuh refresh dulu otak ini :3

Kali ini, Rahma akan menjabarkan sebuah resume kajian dari Ustadz Salim A. Fillah. Seorang da'i dan penulis terkenal terutama di kalangan mahasiswa. Tulisannya kece beudh, top markotop lah (y). Recommended bagi yang suka sastra dan sejarah.

Topik kajian Majelis Jejak Nabi kali ini adalah Kepemimpinan Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW, tumbuh dalam asuhan paman beliau Abu Thalib yang miskin namun terhormat di kalangan Bani Hasyim. Namun beliau tidak pernah meminta bantuan pada siapapun meskipun dari kecil selalu membantu Abdul Muthalib menggembalakan kambing dengan upah segenggam kurma. (Rahma kiraian pamannya Rasul yang satu ini, kaya lho. Soalnya pernah baca sirah kalau beliau meminjamkan mahar 100 ekor unta pada Rasul untuk Khadijah. Tapi ternyataaa... nanti dijelasin yaa >.<)

Berikut adalah anggota keluarga Abu Thalib yang disebutkan oleh Ustadz Salim :

1. Satu ibu dengan ayah Abdul Muthalib (kakek Rasulullah)
  • Al-Harits
  • Al-Zubair
  • Shafiyah
  • Abu Lahab
2. Beda ibu dengan ayah Abdul Muthalib (kakek Rasulullah)
  • Abbas
  • Hamzah

Pada umur 12 tahun, Rasulullah ikut paman beliau ke negeri Syam. Namun perjalanan tersebut gagal, karena saat di perbatasan Syam ada aura yang tidak mengenakkan seperti pandangan tidak senang dari orang-oramg pada keponakan Abu Thalib ini. Buhairah memberitahukan kepada Abu Thalib bahwa keponakannya ini akan menjadi seorang yang besar. Sehingga Abu Thalib cemas. 

Beberapa point yang harus kita tau tentang Rasulullah :
  • Pernah suatu ketika Rasulullah berniat mengunjungi pasar malam, namun beliau dijadikan tertidur di bawah sebuah pohon oleh Allah sampai begitu terus selama 3 hari berturut-turut.
  • Abu Jahal pernah bergulat dengan Rasulullah, hingga Abu Jahal punya bekas luka para di lututnya. (Waaah..)
  • Selalu membantu paman beliau, dan bergelar Al-Amin karena beliau selalu menepati janji, bahkan pernah suatu hari seseorang membuat janji dengan Rasulullah untuk bertemu di suatu tempat. Tapi orang tersebut lupa akan janjinya, hingga pada hari ketiga setelah janji itu berlalu, orang tersebut pergi ke tempat perjanjian daaaann.... jreng jreeeng.. Rasulullah ternyata menunggu selama 3 hari 3 malam disana :'))

Sifat-sifat Rasullullah SAW. :
jujur, amanah, dapat dipercaya, fathanah, tabligh, cerdik
Dengan kejujuran yang dimiliki Rasulullah menjadikan beliau orang yang amanah (menjaga sekali) sehingga beliau menjadi insan yang bermanfaat bagi lingkungan. Dengan kejujurannya tersebut beliau menjadi orang yang transparan, tidak menutup-nutupi. Selain itu beliau menjadi sosok pribadi yang informatif. MasyaaAllah.

Pernikahan Rasulullah :
Rasulullah melamar Khadijah setelah Maisaroh (bener gak ya ini tulisannya :3) menemui Rasulullah kemudian paman Rasulullah, Abu Thalib yang mengajukan Khadijah untuk segera dipinang oleh Rasulullah. Maisaroh ini laki-laki yaa, bukan perempuan :))
Karena Abu Thalib menyetujui Rasulullah untuk melamar Khadijah, maka Khadijah menghadiahkan 100 ekor unta pada Abu Thalib. Dan kemudian Abu Thalib menjadikannya mahar untuk Khadijah demi menjaga kehormatan Khadijah yang seorang bangsawan.

Khadijah adalah gambaran sakinah untuk Rasulullah SAW.

Sakinah sendiri memiliki beberapa makna, berikut diantaranya yang disebutkan Ustadz Salim A. Fillah :
  1. pernikahan yang agar kalian dapat menjaga kesucian diri dengan adanya pasangan dari perbuatan maksiat dan dosa besar.
  2. pernikahan yang membangun ikatan batin ('athifah) sampai pada tingkat "Laa ilaa ha illallaah", membangun kesejiwaan dengan ikatan batin tersebut.
  3. kecendrungan dalam hati dan pikiran untuk semuanya, tidak pernah melihat, memikirkan sesuatu kecuali teringat akan pasangannya.
  4. merasakan ritme ketenangan bersama pasangan.
  5. menutup aib satu sama lain. Sesuai dengan yang diungkapkan dalam Al-Quran bahwa suami dan istri satu sama lain adalah pakaian. Maksud dari pakaian disini adalah : menjaga dari ucapan luar, serangan dan bahaya luar ; menutup/ menyembunyikan dari hal yang tidak patut ; dan untuk saling memperindah satu sama lain.

Rasulullah dan Khadijah dikaruniai putra putri :
  • Qasim bin Muhammad, meninggal pada waktu kecil.
  • Zainab binti Muhammad, menikah dengan Abu Al Ash kemudian memiliki putri Umamah, yang nanti menikah dengan Ali bin Abi Thalib.
  • Ruqayyah binti Muhammad, menikah dengan Utsman bin Affan.
  • Ummi Kultsum binti Muhammad, menikah dengan Utsman bin Affan.
  • Fathimah, menikah dengan Ali bin Abi Thalib.
  • Thahir (sebenernya yang putra beliau terakhir ini Rahma bingung, kok namanya Thahir. Sepengetahuan Rahma namanya bukan ini, tapi Wallahu'alam. Barangkali Rahma salah dengar, atau memang Rahma salah pengetahuannya selama ini. Kalau teman ada yang tau, mangga dikoreksi lewat komentar di bawah yaa :))

Abu Lahab, sangat mencintai Rasulullah. Sewaktu kecil, Zainab dan Ruqayyah diambil oleh Abu Lahab dan istrinya, Jamilah.

Ahli Bait Rasul adalah seluruh istri Rasulullah SAW tanpa kecuali dan keluarga Ali, Jafar, dan Abbas.

Gelar Al-Amin diberikan pada Rasulullah setelah peristiwa banjir di Ka'bah :
  • Al-Walid bin Mughari, menjadi pemimpin proyek perbaikan Ka'bah
  • Pintu Ka'bah ditinggikan dari semula, dengan kuncinya dipegang orang-orang tertentu serta hanya bisa dimasuki orang-orang tertentu juga.
  • Rasulullah datang ke Masjidil Haram dari arah Baabussalam, beliau memberi solusi untuk peletakkan Hajar Aswad.

Perhatikan surat At-Taubah ayat 128-129, beberapa point penting yang harus digaris bawahi :
  • memakai nada Bara'ah (pemutusan hubungan) kepada orang-orang musyrik, ultimatum kepada orang-orang musyrik agar segera pergi dari tanah haram (suci)
  • surat ini tidak dimulai dengan basmalah, karena isinya adalah sambungan dari surat Al-Anfal yang tentang Jihad. Terkait lafdz basmalah, ada di tengah-tengah surat An-Naml, bercerita tentang Nabi Sulaiman AS yang memulai tradisi dengan mengawali surat dengan Basmalah.

Inilah inti dari kajian, Kepemimpinan Rasulullah :
  1. Min anfusikum, Rasulullah berasal dari kalangan mereka sendiri, yang dikenal, yang tidak berbeda. Kalau berbeda, maka akan timbul pernyataan "Bagaimana kami akan meneladaninya, sedangkan dia berbeda?". Beliau adalah sosok yang ada di tengah-tengah umatnya. Kata Ustadz Salim, lobang dari dakwah adalah keluarga dan tetangga. Karena yang tau bagaimana tabiat, keseharian diri adalah keluarga dan tetangga. Sehingga  jadilah pribadi yang manfaat bagi tetangga, membantu tetangga-tetangga maka kehadiran akan menjadi manfaat.
  2. Beliau merasakan berat bila ada yang menyusahkan umatnya. Sebagaimana yang kita tau, Rasulullah adalah pribadi yang senantiasa mengingat nasib umatnya. "Ummati, ummati, ummati", begitulah beliau sangat mengkhawatirkan umat beliau. Pada hari akhir nanti, ketika seluruh pertanggungjawabn diminta, saat itulah Rasulullah akan senantiasa memohon ampunan kepada Allah untuk umatnya. Diantara semua Nabi dan Rasul, semuanya menolak saat para manusia meminta untuk mohon diampunkan pada Allah. Terkecuali Rasulullah SAW, beliau akan bersujud hingga Allah mengabulkan permohonan beliau. Allah akan memasukkan umat Rasulullah ke dalam surga, hingga Rasulullah mengangkat kepala beliau dari sujudnya. :') Teman-teman, mungkin kita merasa hidup di dunia sangatlah berat. Penuh lika-liku, kesedihan, kesenangan, dan lainnya. Tapi sesungguhnya, sakratul maut itu lebih berat dari kehidupan dunia, seakan-akan kayu yang berduri-duri diletakkan di kerongkongan kemudian dicabut dengan cepat dan kuat. :'( Tapi, kehidupan alam kubur lebih berat dari sakratul maut. Akan semakin berat ketika fasenya terus meningkat. Setelah azab kubur adalah kebangkitan, dan ini lebih berat dari azab kubur sebagaimana dalam surat Yasin "Qaaluu yaawaylanaa manba'aatsanaa min marqadina" terjemahannya "Mereka berkata, 'Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?'". Ini menunjukkan bahwa hari kebangkitan itu lebih berat dari alam kubur. Lalu naik tingkatan ke fase pembagian buku amal, jika diberikan dari kanan beuntunglah ia, adapula yang dari kiri, dan yang paling menakutkan adalah dari belakang karena saking malunya ia dengan amalannya, ia menussukkan tangannya ke badannya untuk menerima buku amal. Na'udzubillahi mindzaalik. Belum selesai, lebih berat lagi adalah saat amalan ditimbang. Mungkin akan ada perkiraan yang tidak kita duga terjadi, saat diri merasa amalan  baik telah banyak dilakukan, ternyata ada secuil niat atau sombong atau banyak hal yang takkan terduga dapat menghilangkan amalan baik tersebut. Masuk tahap yang lebih berat, yakni melewati jematan Mustaqim yang lebarnya ibarat sehelai rambut dibagi tujuh. :'( Recomended buat temen-temen nonton video ini https://www.facebook.com/MuslimSpeakers/videos/813145665435148/?pnref=story
  3. Beliau adalah pribadi yang sangat menginginkan kebaikan untuk umatnya. :')
  4. Serta amat sangat lembut dan penyayang bagi orang-orang beriman. :')

Alangkah baik dan inginnya kita bila memiliki pemimpin yang akhlak kepemimpinannya macam Rasulullah SAW. Tentunya setiap urusannya akan ditaati dan pribadinya akan dihormati. Semoga Allah mengaruniakan kita pemimpin seperti ini, aamiin :)

Sekian resume yang bisa Rahma sampaikan, bila ada salah Rahma memohon ampun pada Allah. Namun tetap, niat menulis resume ini semata-mata karena Allah, mengaharap Ridha Allah. Semoga bermanfaat :) aamiin
Wallahu'alam.
Allahummaghfirlii.



Sabtu, 14 Maret 2015

Ta'aruf Bukan Modus Pacaran

Sabtu Malam, 23 Jumadil Awal 1436 H alias 14 Maret 2015, Rahma ikut kajian M2M di Daruut Tauhiid. Temanya hehe :v. Monggo dibaca resume-nya, mumpung masih anget langsung Rahma salin :) Semoga bermanfaat, ada beberapa yang merupakan kata-kata Rahma, tapi kebanyakan ini adalah yang disampaikan Ustadznya.
Loh, kok bunga gambarnya sih Ma? Soalnya aku suka bunga, jadi maunya gambar bunga. Gak nyambung ya? hahaha


TA’ARUF BUKAN MODUS PACARAN


Ta’aruf adalah kata yang berasal dari bahasa Arab, artinya berkenalan.
Sejarah ta’aruf sendiri adanya dari tahun 1980-an, dimana masa itu para aktivis kampus melakukan kegiatannya selalu menggunakan hijab antara laki-laki dan perempuan. Kalau ingin berbicara maka dilakukan dari balik tembok, jadi mereka hanya kenal suara dan nama tapi tidak tau wajah.

Sehingga ketika mereka (laki-laki aktivis) menyatakan bahwa ingin menikahi seorang aktivis perempuan yang ia sukai tapi hanya tau suara dan nama, tidak tau wajah, diberikanlah solusi untuk diperkenalkan (inilah ta’aruf). Namun cara ta’arufnya sangatlah sederhana, yakni diberikan foto si akhwat untuk sekedar tau wajah. Karena Rasulullah-pun membolehkan sebelum menikah untuk tau wajah calon pendamping dulu. Perkenalan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan alternatif MC alias Mak Comblang, untuk lebih mengetahui akhlak, ibadah keseharian, karakter, dan lain-lain. Kemudian barulah dilanjut dengan pengajuan lamaran pada wali akhwat, bila akhwat setuju maka lamaran laki-laki diterima, kemudian dilangsungkan-lah pernikahan.

Inillah yang dinamakan proses ta’aruf, yang hadir sebagai solusi sebelum menikah tapi masih pada jalan yang benar. Proses ta’aruf yang baik adalah proses dimana didalamnya akan selalu dapat berujung pada ketaqwaan kepada Allah SWT. Bila ta’aruf, perkenalan antara laki-laki dan perempuan ini malah menjauhkan diri pada Allah, maka hindari.
Ibnu Qayyum (maaf kalau salah, soalnya ini sayup-sayup mendengar perkataan Ustadznya, yang penting mah ilmunya ^^) berkata bahwasanya pintu dari hubungan seksual adalah berkenalan. Yang mana dalam Islam kita mengenalnya dengan zina, jika hubungan yang tidak halal. Allah-pun telah mencegah kita dari perbuatan mendekati zina ini dalam surat Al-Isra’. Artinya, jangan asal ceplas ceplos kenal, chatting, ngobrol dengan laki-laki yang bukan mahram. Karena ini bisa menjadi pintu zina.

Iman, dianugrahkan oleh Allah pada yang Allah kehendaki. Ini artinya iman adalah kasih sayang, cinta yang ditunjukkan Allah pada muslim. Allah menganugrahkan seluruh manusia karunia berupa rezeki, kesehatan, jabatan, dll dsb bahkan pada orang kafir sekalipun. Tapi tidak dengan iman, karena iman hanya diberikan pada yang Allah kehendaki.
Seringkali orang-orang mengatakan bahwa “wajar bila iman itu turun”. Sungguh ini adalah statement yang tidak benar, karena hakikatnya naiknya iman seseorang adalah karena perbuatan baik dan ibadah, turunnya iman seseorang adalah karena perbuatan maksiat. Jadi, wajarkah bila kita berbuat maksiat? Tentu tidak!

Inilah permasalahannya, susahnya diri untuk menjaga iman. Seperti yang telah disebutkan tadi bahwa iman adalah bentuk cinta yang harus kita iringi dengan ketaatan. Disinilah kuncinya, ta’aruf harus selalu diikatkan dengan iman. Selalu menjaga ketaatan pada Allah, maksudnya melakukan apapun yang Allah sukai dan menghindari yang Allah tidak sukai. Dalam artian singkat, mencintai segala sesuatu karena Allah.

Nah, buah dari ta’aruf yang dilandasi dengan iman adalah menerima segala solusi atau keputusan yang Allah tetapkan dengan lapang dada. Mau ditolak, diterima, gak sesuai ekspektasi, dll dsb tetap akan diterima dengan lapang dada. Karena dari awal sudah melandasi ta’aruf dengan keimanan pada Allah. Rasa cinta pada Allah-pun akan semakin kuat.

Fenomena yang sering terjadi sekarang adalah proses pendekatan (ta’aruf atau PDKT bahasa alaynya mah) antara laki-laki dan wanita yang dilakukan kemudian berujung pada pacaran. Inilah penyelewangan yang berkembang. Berawal dari kenal, ngobrol, bercanda, curhat kemudian tang ting tung teng tong ubah status di Facebook “in relationship with .....”. Inilah yang salah, namun masih banyak yang awam akan ilmu agama sehingga tidak mengetahui hakikat ta’aruf yang sebenarnya. Padahal Allah menyebutkan dalam Al-Quran yang terjemahannya ”Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Al-Isra’ ayat 36)

Buat akhwat nih, yang sering banget ke-geer an (gede kepala, eh gede rasa mksdnya :v), selalu jaga hatinya, jaga imannya, tingkatkan ketaqwaan pada Allah, da jodoh gak kan kemana. Yang penting sing sabar, belajar ilmu agamanya diperbanyak. Kebanyakan akhwat sekarang, kalau mimpiin si ikhwan di tidurnya, pagi-paginya langsung geer  kalau si ikhwan adalah jodohnya (ampuun, ini bener banget tad *loh -_-). Astagfrirullah, aduh ini mesti kudu harus hati-hati jaga perasaan ya akhwat, jangan mudah terhasut rayuan setan. Apalagi kalau di cie-cie in sama temen, “kamu suka kan sama ikhwan ini? Cieee...”. Nah, ini ujian sabar nih. Harus strong buat ngelewatinnya. Semangaat wat ^^ (bukan wawat, tapi semua akhwat :v, maaf kalau ada yang namanya wawat hehe)

So, simpulannya kalau mau ta’arufan pake cara yang syar’i, yang diajarin sama Rasulullah. Landasi ta’aruf dengan keimanan, maka untuk mengarungi bahtera rumah tangga akan senantiasa pula dilandasi pada ketaqwaan. Tips alternatif kalau mau ta’arufan pake mak comblang, jangan langsung ke calonnya. Satu lagi, yang sekarang lagi pacaran, cepet Putusin! Daripada diputusin, ntar malah muncul “Sakitnya tuh Disini”.

Ada banyak pertanyaan pas sesi diskusi dengan Ustadznya, banyak pertanyaan lucu-lucu (yaah namanya juga akhwat, jadi imut-imut gitu deh *apasihMaaa). Rahma cuma rangkum beberapa, karena saking banyaknya. Cekidot!

1. Bagaimana cara untuk mengetahui bahwa kita sudah siap untuk menikah?
Jawab : Bayangkan, kamu dihadapkan pada sebuah barbel. Kamu bisa mengangkat barbel yang beratnya 15kg (widih, nih akhwat keturunan samson kali yaak :v). Tapi kamu menemukan barbel yang disana dituliskan beratnya 100kg, pasti kamu berpikir gak akan sanggup ngangkatnya kan? Karena ada tulisan 100kg, sedangkan kamu bisanya ngangkat 15kg. Terus dateng seorang anak kecil pake kerudung umur 10 tahun, tiba-tiba dia angkat tuh barbel yang ada tulisan 100kg tadi. Eh dia bisa ngangkatnya, ditelisik ternyata itu bukan barbel besi, tapi sterofoam (gabus) yang dicat warna item sedemikian rupa hingga bentuknya kayak barbel asli dan dikasih tulisan 100kg. Nah, gimana kita bisa tau kalau kita bisa ngangkat itu barbel?
Caranya adalah mencoba. Jika kamu pengen tau apakah kamu udah siap atau belum buat nikah, maka Nikahlah! (waduh, ini solusinyaa >.<)

2. Setiap manusia sudah ditetapkan jodohnya oleh Allah, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa dia adalah jodoh yang sudah ditetapkan Allah di Lauh Mahfudz?
Jawab : Nikah! (itu aja jawab ustadznya :D, tapi pertanyaan ini juga pernah Rahma denger di radio, jadi Rahma coba share juga ya mengenai pertanyaan ini).
Mati, Rezeki, dan Jodoh adalah ketetapan yang hanya Allah tau. Tidak jarang kita melihat orang-orang kawin cerai, nikah lagi dll dsb. Lalu yang manakah jodohnya? Apakah suami/istri yang pertama bukan jodohnya? Wallahu’alam. Hanya Allah yang tau. Ada juga yang betah dan memiliki hubungan harmonis sampai meninggal, apakah mereka jodoh? Bisa iya bisa tidak :). Solusinya, yang bisa dilakukan adalah meyakini bahwa pendamping hidup saat ini, yang dimiliki, ialah jodoh kita. Cukup dengan itu. Karena bukan masalah jodoh atau bukan, tapi bagaimana kita menjadikan hubungan suami istri (rumah tangga) sebagai fasilitas untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT. Sering dalam perkawinan diawali dengan rasa yang biasa-biasa saja, tidak ada cinta. Namun Allah akan menghadirkan cinta antara suami dan istri seiring berjalannya waktu dalam rumah tangga tersebut. Lebih baik mencintai orang yang dinikahi daripada menikahi orang yang dicintai.

3. Pertanyaan yang ketiga ini panjang banget, intinya mah gini kata penanya-nya “Gimana kita menghadapi rasa suka karena ilmu yang seseorang miliki?”
Jawab : Allah memahami fitrah hatinya manusia, karena Allah sayang dengan ciptaannya. Boleh menyukai seseorang karena ilmunya, karena bisa meningkatkan motivasi untuk terus belajar. Tapi janganlah menyukainya karena syahwat. Dan jaga suka itu dalam diam, tak usah diumbar. (Wah pelajaran banget nih wat)

Sekian, hanya itu yang bisa Rahma sampaikan. Bila ada khilaf dan salah dari tulisan ini Rahma memohon ampun pada Allah. Wallahua’alam bishshawwab.

Sabtu, 28 Februari 2015

Kisah Biru Langit dan Bumi


Irama detak rasa melantun harmoni
merengkuh segenap jiwa untuk turut melambai pada langit
kemudian menyapa angin yang ramah berhembus


Kelopak-kelopak hati mulai memekarkan bunga hati
mengundang para lebah tampan nan baik hati untuk mendekat
berbagi kebaikan-lah diantara mereka...tanpa ada rasa iri


Nun jauh di dasar sana menanti sang putik jantung
Ia menanti senyuman lembut dari sang benang sari nan berkharisma
merindu untuk meniti jalan bahagia bagi hidup baru


Jauh lagi kita memandang ke atas,
ada langit yang senantiasa menatap ke bawah, ia menunduk, memendam dalam diam rasa yang tak terungkapkan pada si kasih.
Tiada hentinya meneteskan bulir-bulir kesetiaan pada Bumi, si kasih cinta.

Begitupun Bumi, senantiasa memandang keatas...berharap bisa meraih kasihnya yang jauh diatas sana.
Meniti kebaikan tiada hentinya, menjulangkan gunung-gunung, meninggikan pepohonan, mengokohkan gedung-gedung untuk mencapai singgasana sang langit.
Namun, apa dayalah usaha bila takdir tiadalah mengizinkannya...


Kisah langit dan bumi tidaklah melankolis secara mandiri, ada banyak kisah yang lebih sedih dari ini.
Ketidakbersatuan cinta mereka bukanlah sebuah kesia-siaan yang diinginkan oleh penduduk bumi. Namun begitu berlimpah manfaat yang mereka curahkan meski hati mereka tak bisa menyatu. Mereka tidaklah bersedih; tidak pula hati mereka tersayat barang sedikitpun; cinta mereka tak memiliki bekas luka.
Sebab mereka mengetahui bahwa dibalik kisah yang harus mereka jalani, ada banyak cinta yang akan bersemi dan bisa membalas rindunya satu sama lain. Seperti, si jelita putik dan pejantan benang sari, seperti si manis bunga dan si tampan lebah, atau seperti detak jantungku karenamu.


Berterima kasihlah pada Dia Yang Menciptakan kisah Bumi dan Langit ini. Aku dan kamu bisa merasakan rindu, menahan rasa, mendekap kesetiaan dan ... belajarlah tentang kesabaran dari kisah mereka.
“kita diciptakan berpasang-pasangan”, termaktub dalam Kitab Suci...bukanlah karangan para pujangga yang membuai palsu, namun ini adalah janji pasti...
Tirulah Bumi dan Langit yang mengorbankan cinta egoisme diri, untuk menuruti titah Sang Pencipta. Karena bagi mereka berdua cinta yang lebih agung sudah berada dihadapan mereka...

Cinta Sang Pemilik Cinta itu sendiri



Catatan : Taukah kamu dengan pelangi? Dia adalah penyampai rindu yang dihadiahkan Sang Pencipta pada Bumi dan Langit.
Indah nian hadiah bagi mereka yang bersabar dan patuh ^^ (sst..ini rahasia ya ;))

Sabtu, 24 Januari 2015

Hentikan Pacaranmu Saudara/i-ku, Kami Menyayangimu


Sepanjang jalan hidup saya, seringkali mata ini tertuju pada mereka yang berani memperlihatkan kemesraannya ataupun perbuatan khalwat (berduaan)-nya dengan lawan jenis. Apakah tidak boleh? Boleh, asalkan lawan jenismu itu adalah pria/wanita yang telah engkau nikahi secara sah syariat islam.

Tentu sahabat bisa menerka bagaimana memanggil perbuatan yang menggangu mata ini. Tidak ada yang tidak tahu, langsung saja kita panggil dia "Pacaran"
Tulisan ini adalah untuk saudara-saudari Muslim saya, mereka yang saya dahulukan, mereka yang saya pedulikan, mereka yang saya doakan.

Manusia, adalah makhluk terbaik ciptaan Allaah. Lebih unggul dari malaikat, jin, dan iblis.
Karena Allaah menciptakan kita dengan sesempurnanya, hingga tiada sedikitpun yang ada pada diri manusia itu tidaklah bermanfaat. Termasuk, akal pikiran.

Manusia punya kemampuan berpikir yang luar biasa, tiada hentinya hingga ajal menjemput dan terus berkembang. Akan tetapi banyak dari saudara-saudari Muslim yang belum menggunakan sepenuhnya kemampuan tersebut. Contoh saja, saudara-saudari Muslim yang berpacaran dari kalangan manapun.

Sedari kecil, kita telah memeluk Islam. Suatu karunia besar yang patut disyukuri karena ratusan juta orang diluar sana yang tidak dianugrahi keislaman untuk mereka, dikarenakan mereka memeluk agama lain yang dianut orangtua mereka.

Bentuk kesyukuran itu harusnya kita tunjukkan sebagai Muslim yang beriman pada Allaah dan RasulNya dengan memahami, dan mengamalkan segala petunjuk dari Allaah. Yang mana petunjuk itu ada pada Al-Quran dan Sunnah Rasul (Hadits). Tapi apa yang terjadi? Saudara-saudari Muslim saya lebih memilih keingkaran daripada syukur yang harusnya dilakukan.

Salah satunya adalah perbuatan pacaran. Ini adalah salah satu bentuk keingkaran. 
Kenapa saya sebut keingkaran? Hal ini mengacu pada Al-Quran dan Sunnah, bahwasanya kewajiban seorang muslim adalah tidak mendekati zina! Bagaimana pacaran bisa dikatakan mendekati zina? 

Ketika lelaki dan perempuan sudah dalam keadaan berduaan dimana mereka memiliki perasaan yang sama, maka saat itulah berbagai syahwat akan muncul. Ini adalah fitrahnya manusia untuk memiliki syahwat. Namun syahwat ini hanya bisa dilampiaskan kepada yang halal.
Jika dua insan berpacaran, maka satu per satu langkah-langkah menuju syahwat tersebut akan berdatangan. Hingga, tidak jarang manusia melakukan zina untuk memenuhi syahwatnya tersebut.
Sebab itulah dalam Al-Quran dikatakan jangan kau dekati zina. Ini adalah petunjuk yang nyata tak perlu dipertanyakan lagi dan harus dilakukan seorang Muslim.

Bukankah kita selalu memegang slogan "Sedia payung sebelum hujan" atau "Mencegah lebih baik daripada mengobati". Sama halnya dengan masalah pacaran ini, lebih baik kita tidak melakukan pacaran karena nanti akan berakibat fatal. Siapakah manusia di dunia ini yang tidak menginginkan sesuatu yang lebih baik? Adakah orang, yang ketika diberi nikmat untuk kebaikan kemudian ia menolaknya?

Tidak berpacaran adalah sebuah nikmat, sebuah tanda kasih sayang Allaah pada makhluknya agar kita tidak menjadi rugi. Sedangkan bagi Allaah tidak ada untung dan tidak ada ruginya bila kita melakukan perbuatan terlarang. Namun Allaah memberikan resep gratis melalui petunjuk Al-Quran tanpa bayaran apapun agar kita tidak memiliki penyakit itu.
Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan!

Bila seseorang melakukan pacaran, maka ia telah melanggar ketentuan wajib Islam. Apa saja ketentuan wajib tersebut : 1. Dia mengingkari ayat Al-Quran tentang mendekati zina 2. Dia tidak melaksanakan sunnah Rasul yang wajib untuk Muslim lakukan, yakni menjaga pandangan dan tidak berdua-duan dengan yang bukan mahram.

Disebut apakah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allaah dan perintah Rasulnya? Orang Kafir.
Karena pengertian kafir secara bahasa adalah mengingkari kebenaran.
Dan dalam Al-Quran surat An-Nisa' ayat 56 disebutkan bahwasanya :
"Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana".

Dalam ayat ini, secara tegas mengatakan bahwa saudara-saudari Muslim yang berpacaran akan dimasukan ke dalam neraka. Setiap kali kulit kalian hangus, Allaah ganti dengan kulit yang lain, agar kalian merasakan azab. Tidakkah kalian takut dengan ancaman ini? Tidakkah kalian merasakan betapa besar kasih sayang dan rahmat Allaah yang ditunjukkan dengan peringatan-peringatan seperti ini? Ini semua agar saudara-saudari Muslim-ku tidak merasakan azab, tidak sengsara di akhirat nanti. 
Siapakah yang tega melihat sahabat karibnya yang semasa di dunia sudah saling membantu, saling berucap cinta dan sayang, namun saat hari penentuan masuk ke dalam api neraka Jahannam.

Wahai sahabatku, renungilah bersama. Saya tidaklah sempurna, saya juga masih memiliki banyak kesalahan dan aib. Tapi bukan berarti saya akan membiarkan kalian, teman-temanku yang punya otak cerdas dan pemikiran hebat, jatuh tak berdaya ke dalam azab sengsara. Ini karena kecintaan, rasa fitrah kasih sayang yang dianugrahkan sesama Muslim untuk menyelamatkan saudara Muslim-nya yang lain.

Jika engkau telah memahami ucapan hati ini, bersegaralah taubat. Sesungguhnya Tuhan kita, Allaah, Maha Pengampun dan Maha Pemaaf. Hanya pada-Nya kita bisa minta ampun atas kesalahan dan dosa yang dilakukan. Dan hanya kepada Dia-lah yang berhak kita ucapkan syukur atas nikmat-Nya.
Sungguh, saya hanya mengungkapkan cinta pada saudara-saudari Muslim. Tidaklah saya bisa mengubah hati kalian untuk menerima tulisan ini. Hanya Allaah yang berhak memberikan hidayah-Nya dan mengubah hati orang-orang yang Dia pilih untuk kembali pada jalan yang benar.
Dan saya, hanya bisa berdoa, meminta kepada Sang Pemberi untuk memberikan hidayah itu untukmu saudara-saudariku. Semoga Allah menjadikan kalian orang-orang yang beruntung kembali pada jalan yang benar. Aamiin ya Rabbal 'alaamiin.

Wallahua'alam 




Rabu, 07 Januari 2015

"Nilai A+ mah lewaat"



Alhamdulillaah
Semester 5 selesai, UAS telah dijalani..
Namun hasilnya apa? Apakah nilai dari semester 5 ini?

Tidak, dari kecil semenjak kita memasuki bangku pendidikan. Orangtua, guru, teman-teman berhasil menanamkan bibit bahwa nilai adalah segalanya. Kamu berhasil dalam pembelajaran maka nilai kamu harus bagus. Itulah mind-set yang ditanamkan pada kita selama ini.
Akan tetapi, Allah memberikan manusia akal pikiran yang akan terus berkembang. Kini, sebagai seorang mahasiswa harusnya kita berpikir lebih matang dan tidak menelan mind-set itu seumur hidup.

Mind-set baru kita dan harus radikal adalah : Lakukan tugasmu dengan sungguh-sungguh, bila telah selesai lakukan tugas yang selanjutnya.
Artinya apa? Hasil yang diberikan manusia hanyalah penunjang/ fasilitas untuk membantu kita melakukan tugas berikutnya. Hasil yang sebenar-benar hasil tugas kita adalah yang ditunjukkan oleh Allaah. Kita tidak tau pasti bagaimana Allaah menunjukkan hasilnya, tentunya tidak dengan memberikan raport, kertas hasil ulangan, kartu hasil studi (KHS), atau bisa cek nilai secara online. Namun, Allaah akan selalu memberikan nikmatNya sebagai hasil kerja keras kita. Dan nikmat Allaah tidak akan bisa dinilai dengan hanya membayangkan mobil, uang, kekayaan, popularitas, jabatan, dan lain-lain yang berhubungan dengan materi duniawi.

Tidak sedikit dari kita yang merasa kecewa, sedih dan menyalahkan takdir ketika nilai yang diperoleh jauh dari harapan. Seringkali kita merasa bahwa sudah berbuat dengan maksimal, kita merasa bisa atas mata kuliah/ mata pelajaran tersebut, namun mengapa masih memperoleh nilai yang jelek?
Ini adalah tanda perasaan yang tidak tawakkal, tidak qanaah dengan apa yang digariskan Allaah.
Boleh jadi kamu mengira, nilai jelek itu adalah cobaan. Akan tetapi sesungguhnya, itu adalah nikmat yang Allah berikan untukmu. Agar kamu bersyukur, agar kamu mengingat kembali, agar kamu menundukkan diri, bahwa sesungguhnya yang nyata harus diharapkan bukanlah nilai namun keridhaan Allah.

Tentunya kita sebagai manusia, terutama umat muslim, sedari balita sudah diajarkan bahwa ada surga ada neraka. Dan kita harus masuk surga. Seringkali, ketika SD ditanyakan oleh guru, nanti mau masuk surga atau neraka? Dan kita menjawab surga. Acapkali, orangtua mengingatkan kita untuk shalat agar bisa masuk surga. Surga dan surga. Inilah tujuan utama manusia, melakukan pekerjaan karena akan ada hasil yang diperoleh. Namun karena nilai, harta, materi, jabatan terlihat nyata di mata, surga  kalah pamor sebagai keinginan bekerja keras. 

Namun tidak bagi orang-orang yang mengharapkan keridhaan Allaah atas kerja kerasnya, ia tidak memikirkan apa yang ia akan dapat/peroleh atas kerja kerasnya. Tapi yang ia pertanyakan adalah, sudahkah Allaah senang, ridha, dan merahmati apa yang telah ia lakukan? 
Dan perlu diingat kembali, banyak kisah yang telah diperdengarkan pada kita. Bahwa tidak sedikit orang yang beramal paling banyak, namun ia tidak bisa masuk surga karena Allah tidak ridha padanya. Dan tidak sedikit juga orang yang selama hidupnya sedikit beramal baik tapi Allah ridha dengan amalnya yang seidkit tersebut.
Ini artinya apa? Allah memasukkan orang-orang yang berkualitas ke dalam surgaNya. Bukan sekedar amalan yang berlimpah, pahala yang berlipat-lipat, namun cahaya Ridha Allaah yang memimbing mereka untuk masuk kedalam surga.

Jadi, jangan yakin bahwa nilai adalah segala-galanya, jangan terima bahwa segala-galanya bergantung pada nilai. Itu adalah pemikiran dangkal yang tidak seharusnya ada dalam benak seorang mahasiswa. Hidupmu di dunia hanyalah butiran debu, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang akan kamu alami nanti di akhirat. Dunia hanyalah ladang untuk bekal perjalanan akhirat nanti. 
Nilai A-, B+, C+ mu tidak akan ditanyakan saat amalanmu dihitung nanti. Tapi yang akan dihitung adalah, apa niat kamu dalam melakukan ujian itu? bagaimana usaha yang telah kamu lakukan? seberapa syukurkah kamu dengan nikmat yang Allaah berikan? bahkan, Allaah akan meminta pertanggungjawaban kita dengan pertanyaan yang tidak terduga.
Allaahummaghfirlii..

Maka dari itu teman-teman, banyak hal yang harus kita pelajari. Tidak selamanya menuntut ilmu adalah sesuatu yang berupa menguasai dan mendalami ilmu yang saat ini ada di kejuruan yang dipegang. Namun ilmu sangatlah luas, lebih luas dari luas permukaan bumi ini. Memaknai, menghayati dan mengubah perilaku kita akan hidup agar menjadi lebih baik merupakan suatu proses menuntut ilmu.

Dan ini terkhusus untuk teman-teman mahasiswa yang selalu galau, cemas, sakit perut, mual ketika membuka SINO (Sistem Informasi Nilai Online), ingatkan diri kita kembali bahwa hidup tidaklah berakhir ketika kamu mendapat B+, kenapa bukan A-. Ini hanyalah penilaian manusia atas usahamu, namun penilaian Allaah akan jauh dari perkiraanmu. Nilai A+ mah lewat..
Kata kuncinya adalah selalu berusaha yang terbaik yang bisa kamu lakukan karena Allah. Catat selalu dalam sanubari kita hadist Arba'in yang pertama tentang niat. Itu sangat perlu di garis merahkan.

Bersyukur pada Allaah, bersyukur sepanjang waktu.