Irama detak rasa melantun harmoni
merengkuh segenap jiwa untuk turut melambai pada
langit
kemudian menyapa angin yang ramah berhembus
Kelopak-kelopak hati mulai memekarkan bunga hati
mengundang para lebah tampan nan baik hati untuk
mendekat
berbagi kebaikan-lah diantara mereka...tanpa ada
rasa iri
Nun jauh di dasar sana menanti sang putik jantung
Ia menanti senyuman lembut dari sang benang sari
nan berkharisma
merindu untuk meniti jalan bahagia bagi hidup baru
Jauh lagi kita memandang ke atas,
ada langit yang senantiasa menatap ke bawah, ia
menunduk, memendam dalam diam rasa yang tak terungkapkan pada si kasih.
Tiada hentinya meneteskan bulir-bulir kesetiaan
pada Bumi, si kasih cinta.
Begitupun Bumi, senantiasa memandang
keatas...berharap bisa meraih kasihnya yang jauh diatas sana.
Meniti kebaikan tiada hentinya, menjulangkan
gunung-gunung, meninggikan pepohonan, mengokohkan gedung-gedung untuk mencapai
singgasana sang langit.
Namun, apa dayalah usaha bila takdir tiadalah
mengizinkannya...
Kisah langit dan bumi tidaklah melankolis secara
mandiri, ada banyak kisah yang lebih sedih dari ini.
Ketidakbersatuan cinta mereka bukanlah sebuah
kesia-siaan yang diinginkan oleh penduduk bumi. Namun begitu berlimpah manfaat
yang mereka curahkan meski hati mereka tak bisa menyatu. Mereka tidaklah
bersedih; tidak pula hati mereka tersayat barang sedikitpun; cinta mereka tak memiliki
bekas luka.
Sebab mereka mengetahui bahwa dibalik kisah yang
harus mereka jalani, ada banyak cinta yang akan bersemi dan bisa membalas
rindunya satu sama lain. Seperti, si jelita putik dan pejantan benang sari,
seperti si manis bunga dan si tampan lebah, atau seperti detak jantungku karenamu.
Berterima kasihlah pada Dia Yang Menciptakan kisah Bumi dan Langit ini. Aku dan kamu bisa merasakan rindu, menahan rasa, mendekap
kesetiaan dan ... belajarlah tentang kesabaran dari kisah mereka.
“kita diciptakan berpasang-pasangan”, termaktub dalam Kitab Suci...bukanlah karangan para pujangga yang membuai palsu, namun ini adalah janji pasti...
Tirulah Bumi dan Langit yang mengorbankan cinta
egoisme diri, untuk menuruti titah Sang Pencipta. Karena bagi mereka berdua
cinta yang lebih agung sudah berada dihadapan mereka...
Cinta Sang Pemilik Cinta itu sendiri
Catatan : Taukah kamu dengan pelangi? Dia adalah
penyampai rindu yang dihadiahkan Sang Pencipta pada Bumi dan Langit.
Indah
nian hadiah bagi mereka yang bersabar dan patuh ^^ (sst..ini rahasia ya ;))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar