Sepanjang jalan hidup saya, seringkali mata ini tertuju pada mereka yang berani memperlihatkan kemesraannya ataupun perbuatan khalwat (berduaan)-nya dengan lawan jenis. Apakah tidak boleh? Boleh, asalkan lawan jenismu itu adalah pria/wanita yang telah engkau nikahi secara sah syariat islam.
Tentu sahabat bisa menerka bagaimana memanggil perbuatan yang menggangu mata ini. Tidak ada yang tidak tahu, langsung saja kita panggil dia "Pacaran"
Tulisan ini adalah untuk saudara-saudari Muslim saya, mereka yang saya dahulukan, mereka yang saya pedulikan, mereka yang saya doakan.
Manusia, adalah makhluk terbaik ciptaan Allaah. Lebih unggul dari malaikat, jin, dan iblis.
Karena Allaah menciptakan kita dengan sesempurnanya, hingga tiada sedikitpun yang ada pada diri manusia itu tidaklah bermanfaat. Termasuk, akal pikiran.
Manusia punya kemampuan berpikir yang luar biasa, tiada hentinya hingga ajal menjemput dan terus berkembang. Akan tetapi banyak dari saudara-saudari Muslim yang belum menggunakan sepenuhnya kemampuan tersebut. Contoh saja, saudara-saudari Muslim yang berpacaran dari kalangan manapun.
Sedari kecil, kita telah memeluk Islam. Suatu karunia besar yang patut disyukuri karena ratusan juta orang diluar sana yang tidak dianugrahi keislaman untuk mereka, dikarenakan mereka memeluk agama lain yang dianut orangtua mereka.
Bentuk kesyukuran itu harusnya kita tunjukkan sebagai Muslim yang beriman pada Allaah dan RasulNya dengan memahami, dan mengamalkan segala petunjuk dari Allaah. Yang mana petunjuk itu ada pada Al-Quran dan Sunnah Rasul (Hadits). Tapi apa yang terjadi? Saudara-saudari Muslim saya lebih memilih keingkaran daripada syukur yang harusnya dilakukan.
Salah satunya adalah perbuatan pacaran. Ini adalah salah satu bentuk keingkaran.
Kenapa saya sebut keingkaran? Hal ini mengacu pada Al-Quran dan Sunnah, bahwasanya kewajiban seorang muslim adalah tidak mendekati zina! Bagaimana pacaran bisa dikatakan mendekati zina?
Ketika lelaki dan perempuan sudah dalam keadaan berduaan dimana mereka memiliki perasaan yang sama, maka saat itulah berbagai syahwat akan muncul. Ini adalah fitrahnya manusia untuk memiliki syahwat. Namun syahwat ini hanya bisa dilampiaskan kepada yang halal.
Jika dua insan berpacaran, maka satu per satu langkah-langkah menuju syahwat tersebut akan berdatangan. Hingga, tidak jarang manusia melakukan zina untuk memenuhi syahwatnya tersebut.
Sebab itulah dalam Al-Quran dikatakan jangan kau dekati zina. Ini adalah petunjuk yang nyata tak perlu dipertanyakan lagi dan harus dilakukan seorang Muslim.
Bukankah kita selalu memegang slogan "Sedia payung sebelum hujan" atau "Mencegah lebih baik daripada mengobati". Sama halnya dengan masalah pacaran ini, lebih baik kita tidak melakukan pacaran karena nanti akan berakibat fatal. Siapakah manusia di dunia ini yang tidak menginginkan sesuatu yang lebih baik? Adakah orang, yang ketika diberi nikmat untuk kebaikan kemudian ia menolaknya?
Tidak berpacaran adalah sebuah nikmat, sebuah tanda kasih sayang Allaah pada makhluknya agar kita tidak menjadi rugi. Sedangkan bagi Allaah tidak ada untung dan tidak ada ruginya bila kita melakukan perbuatan terlarang. Namun Allaah memberikan resep gratis melalui petunjuk Al-Quran tanpa bayaran apapun agar kita tidak memiliki penyakit itu.
Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan!
Bila seseorang melakukan pacaran, maka ia telah melanggar ketentuan wajib Islam. Apa saja ketentuan wajib tersebut : 1. Dia mengingkari ayat Al-Quran tentang mendekati zina 2. Dia tidak melaksanakan sunnah Rasul yang wajib untuk Muslim lakukan, yakni menjaga pandangan dan tidak berdua-duan dengan yang bukan mahram.
Disebut apakah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allaah dan perintah Rasulnya? Orang Kafir.
Karena pengertian kafir secara bahasa adalah mengingkari kebenaran.
Dan dalam Al-Quran surat An-Nisa' ayat 56 disebutkan bahwasanya :
"Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana".
Dalam ayat ini, secara tegas mengatakan bahwa saudara-saudari Muslim yang berpacaran akan dimasukan ke dalam neraka. Setiap kali kulit kalian hangus, Allaah ganti dengan kulit yang lain, agar kalian merasakan azab. Tidakkah kalian takut dengan ancaman ini? Tidakkah kalian merasakan betapa besar kasih sayang dan rahmat Allaah yang ditunjukkan dengan peringatan-peringatan seperti ini? Ini semua agar saudara-saudari Muslim-ku tidak merasakan azab, tidak sengsara di akhirat nanti.
Siapakah yang tega melihat sahabat karibnya yang semasa di dunia sudah saling membantu, saling berucap cinta dan sayang, namun saat hari penentuan masuk ke dalam api neraka Jahannam.
Wahai sahabatku, renungilah bersama. Saya tidaklah sempurna, saya juga masih memiliki banyak kesalahan dan aib. Tapi bukan berarti saya akan membiarkan kalian, teman-temanku yang punya otak cerdas dan pemikiran hebat, jatuh tak berdaya ke dalam azab sengsara. Ini karena kecintaan, rasa fitrah kasih sayang yang dianugrahkan sesama Muslim untuk menyelamatkan saudara Muslim-nya yang lain.
Jika engkau telah memahami ucapan hati ini, bersegaralah taubat. Sesungguhnya Tuhan kita, Allaah, Maha Pengampun dan Maha Pemaaf. Hanya pada-Nya kita bisa minta ampun atas kesalahan dan dosa yang dilakukan. Dan hanya kepada Dia-lah yang berhak kita ucapkan syukur atas nikmat-Nya.
Sungguh, saya hanya mengungkapkan cinta pada saudara-saudari Muslim. Tidaklah saya bisa mengubah hati kalian untuk menerima tulisan ini. Hanya Allaah yang berhak memberikan hidayah-Nya dan mengubah hati orang-orang yang Dia pilih untuk kembali pada jalan yang benar.
Dan saya, hanya bisa berdoa, meminta kepada Sang Pemberi untuk memberikan hidayah itu untukmu saudara-saudariku. Semoga Allah menjadikan kalian orang-orang yang beruntung kembali pada jalan yang benar. Aamiin ya Rabbal 'alaamiin.
Wallahua'alam

