Sabtu, 28 Februari 2015

Kisah Biru Langit dan Bumi


Irama detak rasa melantun harmoni
merengkuh segenap jiwa untuk turut melambai pada langit
kemudian menyapa angin yang ramah berhembus


Kelopak-kelopak hati mulai memekarkan bunga hati
mengundang para lebah tampan nan baik hati untuk mendekat
berbagi kebaikan-lah diantara mereka...tanpa ada rasa iri


Nun jauh di dasar sana menanti sang putik jantung
Ia menanti senyuman lembut dari sang benang sari nan berkharisma
merindu untuk meniti jalan bahagia bagi hidup baru


Jauh lagi kita memandang ke atas,
ada langit yang senantiasa menatap ke bawah, ia menunduk, memendam dalam diam rasa yang tak terungkapkan pada si kasih.
Tiada hentinya meneteskan bulir-bulir kesetiaan pada Bumi, si kasih cinta.

Begitupun Bumi, senantiasa memandang keatas...berharap bisa meraih kasihnya yang jauh diatas sana.
Meniti kebaikan tiada hentinya, menjulangkan gunung-gunung, meninggikan pepohonan, mengokohkan gedung-gedung untuk mencapai singgasana sang langit.
Namun, apa dayalah usaha bila takdir tiadalah mengizinkannya...


Kisah langit dan bumi tidaklah melankolis secara mandiri, ada banyak kisah yang lebih sedih dari ini.
Ketidakbersatuan cinta mereka bukanlah sebuah kesia-siaan yang diinginkan oleh penduduk bumi. Namun begitu berlimpah manfaat yang mereka curahkan meski hati mereka tak bisa menyatu. Mereka tidaklah bersedih; tidak pula hati mereka tersayat barang sedikitpun; cinta mereka tak memiliki bekas luka.
Sebab mereka mengetahui bahwa dibalik kisah yang harus mereka jalani, ada banyak cinta yang akan bersemi dan bisa membalas rindunya satu sama lain. Seperti, si jelita putik dan pejantan benang sari, seperti si manis bunga dan si tampan lebah, atau seperti detak jantungku karenamu.


Berterima kasihlah pada Dia Yang Menciptakan kisah Bumi dan Langit ini. Aku dan kamu bisa merasakan rindu, menahan rasa, mendekap kesetiaan dan ... belajarlah tentang kesabaran dari kisah mereka.
“kita diciptakan berpasang-pasangan”, termaktub dalam Kitab Suci...bukanlah karangan para pujangga yang membuai palsu, namun ini adalah janji pasti...
Tirulah Bumi dan Langit yang mengorbankan cinta egoisme diri, untuk menuruti titah Sang Pencipta. Karena bagi mereka berdua cinta yang lebih agung sudah berada dihadapan mereka...

Cinta Sang Pemilik Cinta itu sendiri



Catatan : Taukah kamu dengan pelangi? Dia adalah penyampai rindu yang dihadiahkan Sang Pencipta pada Bumi dan Langit.
Indah nian hadiah bagi mereka yang bersabar dan patuh ^^ (sst..ini rahasia ya ;))