Minggu, 16 September 2018

it is time to let the spring gone by

aku menanam bibit
aku penasaran bibit ini akan tumbuh menjadi apa
tanaman apa yang akan aku lihat
tunasnya mulai muncul 
dan seorang ahli tanaman mengatakan padaku

ini adalah tanaman "......."

aku tersenyum
ini adalah tanaman yang baru kudengar
aku kira bibit itu akan tumbuh menjadi sakura
ternyata bukan

aku baru ingat,
sakura tidak cocok tumbuh di negaraku
karena sakura memang tidak ditakdirkan untuk negaraku

Bandung, September 16, 2018

Selasa, 26 Juni 2018

Hujan di Bulan Juni Datang

Dengan kesenduan mendung yang mngiringi langit berputar
Malaikat menjalnkan perintah Sang Pemilik Langit

Malam kemarin aku mengeluh, mengerang dan meminta agar diturunkannya hujan di bulan Juni
Tuhan mengabulkan pada keesokan harinya
alhamdulillhirabbil 'allamiin


Jumat, 22 Juni 2018

Kemana Hujan di Bulan Juni?

Hujan di bulan Juni?

mungkin hujan bulan juni paling dicari
semakin dicari semakin ia tiada
semakin ditunggu semakin ia tak memunculkan diri

matahari begitu egois menguasai langit
ia tak mau berbagi sedikit pun ruang untuk yang lain
termasuk dengan awan mendung yang mengantarkan hujan bulan juni.
.
.
.
ada sekuntum bunga matahari di bumi yang merindu pada hujan bulan juni
lantunan doa tak hentinya ia sampaikan pada Pemilik Langit
namun matahari lah yang menjawab dengan senyuman
seakan berkata "Cukup lihat aku"

sisa hitungan jari,
bulan juni bergerak meninggalkan bumi
sementara rindunya bunga matahari pada hujan bulan juni mulai menggantung di kelopaknya
sebelum iringan waktu menggugurkan satu per satu kelopak itu

apakah doa bunga matahari tidak terkabul?
langit, bumi, awan bahkan matahari tidak ada yang menjawab
semua memilih hening...

Kamis, 10 November 2016

Negeri Timur Indonesia

Salam, selamat datang kembali di duniaku 😊

Cerita kali ini adalah tentang dunia sebelah timur Indonesia. Rahma sekarang sedang menginjakkan kaki di Parigi Moutong, pada bagian lengkungan huruf K pulau Sulawesi. Menakjubkan bisa berada disini.
Kenapa bisa sampai disini? Karena Rahma sedang mengikuti program SM 3T 2016. Inj adalah salah satu impian Rahma saat masih kuliah dulu. Ada mimpi pasti ada pengorbanan juga dong. Begitu banyak hal yang harus Rahma relakan untuk kegiatan ini, namun hal tsb jauh tidak ada artinya dengan pengalaman yang diperoleh disini.

Rahma berasal dari Sumatra Barat, kuliah empat tahun di Jawa Barat, hidup selama 21 rahun di daerah WIB alias waktu indonesia barat. Sekarang jatuh ke Indonesia Bagian Timur, menggunakan waktu indonesia bagian tengah alias WITA. Makin jauh dari keluarga. Fantastic! 😒

Budaya disini lumayan berbeda dengan minang dan sunda. Tapi alhamdulillah di daerah Rahma tempati skrg mayoritas muslim, dan banyak transmigran disini. Alhamdulillah juga mendapatkan keluarga baru yang keturunan sunda. Nenek di rumah sini sudah seperti nenek kandung bagi Rahma.

Alhamdulillah juga, dapat lingkungan yang sering mengadakan pengajian alquran. Jadi bisa tau lebih banyak tentang daerah ini bersama ibu-ibu dusun.

Teman sekamar yang menjadi teman guru juga di sekolah Rahma, alhamdulillah se visi dengan Rahma. Tidak jauh berbeda dengan tipe teman-teman sewaktu di Bandung.

Tetangganya juga baik, rajin ke mesjid dan suka baca buku kitab-kita islam. Sering sharing juga, akhirnya Rahma join liqo nya ibu tetangga 😊

Disini guru-guru tempat Rahma mengajar juga baik semua, dan masih berjiwa muda. Jadi kerjanya sangat totalitas serta penuh semangat.
Di sekolah juga guru-guru yang sudah menikah kadang suka iseng buat menjodoh-jodohkan guru yang belum nikah. Niatnya supaya pada betah di sekolah, gak akan pergi-pergi jauh lagi.
Disini gurunya alhamdulillah baik dan perhatian semua. Bahkan ada yang sudah seperti keluarga.

Disini buah, sayur, ikan dan daging berlimpah sekali. Saking berlimpahnya, harganya murah bangetπŸ˜‚

Disini cuacanya panas, jadi siang malam keringetan terus. Apalagi kalau udah mati lampu, makin jadi panasnya.
Kalau udah musim panen padi, suka banyak kupu-kupu putih. Aduh bikin gatal-gatal kulit. Ini sekarang lagi ngetik sambil nahan gatal-gatal di kaki 😒

Budaya siswanya juga beda sekali dengan di sunda. Siswa tidak terlalu menghormati guru disini. Dengan kakak kelas saja mereka hanya panggil nama, intinya tidak ada senioritas disini. Kalau sama guru mereka jarang yang ketemu langsung salam. Mereka kadang cuma menyapa saja dengan senyuman.

Hmm mungkin itu saja dulu yaa cerita kali ini. Sebagai pengobat rindu dengan blog yang tersayang.

Wassalam πŸ˜πŸ˜‰

Kamis, 04 Agustus 2016

Keluarga

Semoga bisa merantau kembali untuk pengalaman yang tak terlupakan...


Ibu, semoga aku bisa mengikuti langkahmu dengan mengabdikan diri untuk bermanfaat bagi saudara jauh sebangsa setanah air, aamiin..
Ibu, doakan aku bisa segera mengabdi padamu juga..
Aku juga ingin mendekapmu setiap malam, bersujud denganmu di tengah malam, mengecup pipimu di setiap waktu..

Ayah, doakan anakmu ini bisa segera mendapatkan sandaran hidup untuk dunia dan akhirat yang setara denganmu bahkan lebih baik darimu. Meskipun aku takkan pernah bisa untuk tidak bersandar padamu, karena ayah adalah cinta pertamaku yang tidak bisa ditandingi lelaki manapun yang pernah aku temui.

Adik-adikku, doakanlah kakakmu yang agak jahil ini agar selalu bisa menjadi panutan kalian, menjadi tempat bertanya bagi kalian, tempat berkeluh kesah masalah kalian. Semoga kita semakin kompak dalam kebaikan, selalu mendoakan pada jalan yang benar dan berjumpa kembali di surga aamiin.

Nenek, doakanlah cucumu ini bisa menjadi kunci surga bagi ayah ibunya, sehingga aku juga menjadi perantara nantinya untuk dirimu masuk surga. Kasih sayangmu, hardikanmu, tulus cinta kasihmu yang menemaniku selama dirimu hidup takkan bisa kubalas. Semoga cicit-cicitmu kelas bisa menyayangi neneknya dengan penuh cinta pula.

Bibi, paman, kalian adalah orangtua ku pula. Kasih sayang kalian begitu maha lembut pada keponakanmu. Kami memang bukan darah daging kandung kalian tapi kalian mencurahkan cinta dan kasih kepada kami bagaikan kami ini adalah anak kandung mu sendiri. Tiada balasan yang pantas bagi kalian selain surgaNya Allah. 

Sepupu-sepupuku, kalian sudah seprti saudara kandungku sendiri. Kita berbagi tempat tidur, makan dan pakaian sejak kecil. Tidak ada batasan antara kita. Aku menyayangi kalian seperti adikku sendiri. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain canda tawa, gurauan, manjanya kalian padaku. Kalian adalah anak-anak yang jujur, polos dan banyak tingkah. Itulah yang membuat hidupku semakin sempurna.

Meski berjumpa dengan kalian semua hanya 2 minggu dalam setahun namun itu seperti seabad lamanya bagiku. Selama 2 minggu itulah aku menumbuhkan terus rasa sayang dan cintaku pada kalian. Tidak ada yang lebih aku sukai ketika pulang kampung selain bertemu dengan kalian semua, keluarga ku.

Semoga keluarga kita semakin harmonis dan menjalani hari-hari penuh berkah.
Aku mencintai kalian semua, keluargaku :)

Minggu, 31 Juli 2016

Bismillah

Luruskan niat, Tegapkan hati dan Mantapkan langkah!InsyaAllah.. 
Bismillahi tawakkaltu 'alallah Laa haula wa laa quwwata illa billah 

Rabu, 22 Juni 2016

Kalian adalah Inpirasi Para Sang Pencerah

Ramadhan, 12-13, 1437 H
Juni, 17, 2016 M

Geo B, mereka adalah kenangan yang berjejer terurut seperti bilangan real. Tidak memiliki jarak. Meski ada beberapa bilangan yang takkan mungkin kujangkau karena kami berdiri tidak berdekatan.
Tapi itu bukanlah penghalang atau pertanda bahwa kami bukanlah teman.
Ini hanya secuil ungkapan kesanku pada kalian, bisa jadi salah, bisa jadi benar, karena aku hanya melihat dengan mataku yang memiliki banyak kekurangan.


Ini adalah bilangan-bilangan yang menghiasi hari-hariku selama empat tahun terakhir ini :

  • Retno, asli gadih Minang, asli Pakan Kamih, nama yang pertama menarik perhatianku saat pengumuman kelulusan SNMPTN tulis. Hanya kami berdua dari Sumatra Barat yang tertulis lulus di lembar pengumuman SNMPTN tulis 2012. Orang minang yang gak suka pedas, itu Retno. Jago dan teliti dalam Matematika, terutama Statistika. Orangnya easy going sama siapa aja. Separuh nyawanya mungkin ada di KSR.
  • Ida, temen kelas yang pertama kali aku temui dan aku kenal secara langsung. Asli Batusangkar. Wajahnya Minang banget, logat bicaranya juga minang banget. Baik dan penuh perhatian. Gigih dan tekun buat hal belajar, terutama sejak memasuki tahun kedua kuliah. Dulu dia aktif medsos banget, sekarang udah jarang. 
  • Nurul Syifa alias Mfa. Di awal kenal dia, sepertinya ini anak asik, suka ngobrol dan pengen masuk KOPMA. Kerudungnya lebar banget, wajahnya sunda pisan, kalau dia udah ngomong bahasa sunda, aku give up. Pura-pura gak denger. Pinter banget matematika, tau banyak masalah teknologi terkini, suka nulis (sama kayak aku), punya banyak cerita aneh dan lucu, dan punya kepribadian beda dari kebanyakan muslimah yang anggun. Dia kalau baru kenal, pasti mikirnya ini orang pendiem, cuek dan susah dideketin. Kalau udah kenal, tamat sudahlah pengandaian  barusan.
  • Rahmi, ini namanya tinggal copas dari nama aku dengan sedikit pengubahan huruf diakhir kata. Asli tangerang, dan berkerudung lebar juga. Di semester awal, gak terlalu kenal sama ini anak. Malah baru nyadar setelah beberapa bulan kalau kami sekelas. Dulu kosannya terpencil sendiri di Cilimus ujung, tapi sejak masuk tingkat dua pindah ke Cempaka bareng Mfa. Jadi sejak itu makin tau tentang ini anak. Cantik dan anggun, buat anggunnya masih dipertanyakan hahaha. Tapi semakin tingkat akhir dia makin anggun lho. Punya pemikiran yang aku aja gak kepikiran. Kalau lagi malas, malaaas banget, tapi kalau lagi rajin, rajiiiiin bangeet. Yang susah dikontrol sama dia, moodynya. Tapi semakin kenal, dia orangnya penuh perhatian banget. 
  • Nida, baru deket sama ini anak pas tingkat 3 terutama pas bareng ngontrak Varkom, Matkom, PPM, PPL. Paling diandalkan buat kajian dan hang out. Easy going sama siapa aja. Dan penyabaar banget, meski dari sabarnya berubah jadi kadang gak peka. Punya hobi baca dan bisa inget detail apa yang dibaca. Kalau mau nanya tentang teori-teori pembelajaran ke dia aja. Dia hapal pisan. 
  • Azizah, aduuh kalau sama Iza, aku maulah jadi anaknya dia. Keibuan banget, udah cocoklah buat jadi istri (promosi hahaha). Paling mau jadi volunteer apapun buat ngebantuin kebutuhan kelas. Mulai dari bantu KM jarkom kelas (sekarang jarkom SMS udah gak jaman), nanya tentang perkuliahan kedosen, motokopi dll. Belum pernah liat Iza ngambek ataupun marah. Selalu punya ide yang cemerlang, dan rajin banget buat urusan kuliah. Jarang nonton film, karena nonton film = obat tidur bagi dia. Anak ibu banget, nurut dan patuh banget sama orangtua.
  • Ainun, asli Jakarta. Ini orang betawi yang pertama aku kenal. Suka banget denger dia ngomong pake gue elu. Agak pendiem kalau di kelas. Gak pernah bikin heboh atau ikutan heboh. Cuma ikut-ikutan ketawa dari tempat duduknya. Sekalinya dia ngomong atau cerita bisa bikin kita ketawa sekelas (bakat banget di bidang Stand Up Comedy). Perempuan pertama yang nikah kelas Geo B. Awal kenal, di pandangan aku, ini anak kayaknya pinter dan elit, soalnya dari Jakarta. Tapi setelah kenal, waaah amazing! Gak bisa ditebak orangnya.
  • Sulfia, asli Sukabumi. Kesan pertama dari ini anak adalah gigih dan pekerja keras. Di awal kenal paling seneng memperkenalkan diri dengan urutan Nama, NIM dan Kelas. Punya impian-impian yang mulia. Gak pernah takut buat bertanya serta selalu percaya diri. Anaknya pinter matematika.
  • Laesa, berasal dari sekolah SMA yang hampir mirip dengan SMA aku. Kita sering berbagi cerita tentang gimana kehidupan SMA Boarding School. Yang paling rajin berangkat subuh ke kampus karena naik angkot yang jauh dari rumahnya. Pusatnya jago anime dan punya hobi yang gak tertebak. Rajin dan pekerja keras meskipun diem. Bisa dibilang diam-diam menghanyutkan.
  • Bonita, ini rumahnya juga jauh. Paling rajin dateng ke kampus. Kalau lagi nge-wifi di kampus bukan buat download film, tapi download bacaan-bacaan yang manfaat. Disaat yang lain asik cerita film, artis, lagu, dll, dia malah belajar konsentrasi di kelas. Saluuut!! Penuh pertimbangan dan hati-hati banget. Tapi kehati-hatiannya gak bikin dia lambat, malah tegas dan gercep (gerak cepat).
  • Faliq, ini anak sebenarnya mudah 2 tahun dari aku, Tapi dia nyantai banget manggil kita cuma dengan panggilan nama. Paling suka dibully sama Agung, Rendi dan Irfan. Tapi dia orangnya cerdas (karena dia punya IQ tinggi), jadi mudah bagi dia buat bales pembully-an tersebut. Punya imajinasi yang keren, dan selalu update hobi. Jadi bisa dibilang dia punya banyak bakat. Paling seneng bikin kita ketawa sekelas. Panggilan sayang kita buat dia adalah "DEDE"
  • Dian, asli Batam. Jago pisan dalam hal seni gambar dan desain. Awalnya dia mau masuk Arsitektur ITB kalau gak salah. Selalu punya lelucon kalau kita lagi ngobrol, dan lelucon dia selalu bikin ngakak. Rentan banget buat sakit karena dia orang yang kurang perhatian sama kesehatan dan apa yang dia makan. Kalau masalah belanja, dia jagonya. Dian itu pinter matematika, tapi suka minder ke diri sendiri sehingga bikin dia kurang rajin. Padahal dia bakaln jago pisan kalau dia baca buku matematika tiap malem. Easy going sama semua orang dan gak pilih-pilih masalah makanan.
  • Syifa Dini, alis Cipdin. Wah, dia ini primadonanya anak Geo B. Bahkan banyak laki-laki yang PDKT sama dia karena dia cantik dan mudah berteman. Dia kalau mau diajak kemana aja mau, ngajaknya juga tiba-tiba (dadakan) juga pasti mau. Suka banget main bareng temen-temen. Orang yang inisiatif buat bikin hadiah ultah buat aku pas tingkat satu, masih ada lho videonya :')
  • Eka, anak pesantren yang awalnya suka dipanggil ustadzah. Keliatan cuek di luar tapi di dalemnya tegas banget, bahkan udah punya perencanaan masa depan yang luas. Rajin dan penyayang. Paling mendukung kegiatan dan kebersamaan kelas, apapun itu. Sejak tingkat akhir mulai jago dandan. Tak disangka juga sekarang lagi lope-lopean sama temen sekelas. Semoga segera dihalalkan yaa :*
  • Supeni, asli lah kirain ini anak non islam dan dari sekolah elit kayak Penabur atau Xaverius. Tapi dia ternyata asli tulen Indonesian dan Islam. Dia pake kacamata dan putih cantik. Jadi keliatan banget kalau dia dari genus anak rajin, baik hati, suka menabung, dan pinter plus perfeksionis. Seneng kegiatan amal dan sosial. Jago banget masalah uang, jangan macem-macem kalau udah masalah uang ke dia. Mau minta tambahan dana buat proker meskipun cuma 100 perak gak bakalan dikasih sama dia, soalnya dia udah bikin perencanaan yang gak boleh diotak atik.
  • Revina, ini kembarannya Supeni. Suka novel fantasi (read : Percy Jackson, akhirnya ada teman selain teman SMA yang suka Percy juga, thanks God), suka baca komik, dia ikutan les bahasa inggris juga. Rajin dan selalu sedia alat tulis lengkap, kalau butuh gunting, streples, lem, serutan, penggaris, tip-x coba tanya ke Rere aja. Belum pernah liat Rere marah apalagi ngambek. Selalu senyum dan ramah ke semua orang. Suaranya lembuuuut bangeeet. Pokoknya temen idaman semua orang.
  • Gita, ini ratunya lembang. Blak-blakan dan paling gak suka basa basi. Cocok buat jadi tempat curhat K-Pop ataupun masalah cinta. Nge hits banget di IG dan paling update dengan masalah kosmetik. Kalau masalah logika matematika dia jago banget, bahasa inggris juga jago. Dia tipe yang cepet nangkep/ngerti pelajaran di kelas. Kalau masalah gaul dan cool, dia orangnya.
  • Salsabila, kita manggilnya Caca. Easy going sama siapa pun. Paling jago kalau masalah pendapat, gak ada yang bisa ngalahin dia. Punya pengetahuan luas dan orangtua yang keren. Ilmu yang kita belum tau, bisa tau nantinya dari dia. Jago pisan sama bahasa inggris, musik, seni dan nulis. Multitalenta banget. 
  • Endang, wajahnya sunda banget. Ini anak diem-diem menghanyutkan loh. Kalau di kelas dia cuma diem, tapi sebenernya dia pendengar yang baik. Orangnya baik bangeeet, kalau masalah ngebantuin temen, dia ahlinya. Aktif KOPMA, menunjukkan kalau dia seneng bisnis dan kerja sama. Masalah adminisstratif dia jagonya.
  • Lestari, satu-satunya non-muslim di kelas kita, dan satu-satunya temen non-muslim aku. Wajahnya batak banget, otaknya pinteer banget, jagoo matematika dan bahasa inggris. Meskipun dia non-islam tapi dia mudah banget bergaul sama kita. Keluarganya kayaknya pinter-pinter semua, adik-adiknya pada di ITB (daebaak!). Sejak udah gak kuliah bareng, jaraang banget buat liat wajah dia yang ngangenin. Terakhir ketemu bukber kemarin.. Leeees, itu panggilan sayang kita buat dia.
  • Rina, temen dari Aceh. Tipe temen yang easy going dan suka travelling. Event-event Bandung yang kece dia paling tau. Dia anak yang tegar banget. Udah lama gak pulkam buat lebaran tapi it's okay aja bagi dia (kecee). Favoritnya Jin BTS (sok aja googling Jin jenis BTS)
  • Maya, cantik, pendiem tapi diemnya karena dia punya suaranya yang keren. Calon penyanyi di masa depan. Kalau dia pake make up, natural banget. Jadi seneng ngeliatnya. Baik dan ramah banget.
  • Putri, asli Medan. Tapi wajahnya gak ada Medan sama sekali. Tunggu sampai dia mulai ngomong, baru kenal kalau dia dari Medan. Dia orangnya diem-diem aja di kelas. Tapi diem-diem gitu memperhatikan lho. Selain itu dia juga anak yang rajin banget, suka was-was sendiri, dan anak mamah bangeet. Gak tahan kalau gak pulkam.
  • Vita, ini orangnya stylish banget. Awalnya agak tomboy tapi semakin kesini makin feminim dan udah bisa dandan. Paling enak curhat sama dia, karena dia pendengar yang baik. 
  • Ghaida, toa nya kelas Geo B. Suka berbagi kebahagiaannya dengan anak-anak kelas. Selalu terbuka dan easy going. Dia golongan orang yang selalu pol-polan dan gak mau setengah-setengah. Keliatannya sih gak rajin, tapi aslinya rajiiin pisaaan. Jadi jangan ngeremehin dia.
  • Nenden, agak tertutup tapi kalau udah kenal dia, kamu bakalan bilang MasyaAllah. Dia orang yang paling kuat meski kecil-kecil cabe rawit. Kalau ketemu dia, bakalan inget sama Allah, karena dia selalu mengingatkan temen-temennya pada kebaikan. Suka ngasih nasehat buat permasalahan kita.
  • Humam, KM empat tahun kelas Geo B. Kalau ngobrol sama dia, gak akan ada habisnya. Punya visi dan misi masa depan yang menakjubkan. Masalah rajin, dia orangnya. Perempuan aja bisa kalah rajin kalau dibandingkan sama dia. Selalu berpikir positive apapun keadaan yang dia hadapi meskipun kadang suka ngeluh juga. Satu-satunya temen yang bilang kalau aku cocoknya jadi dosen hahaha. Makasih banyak mam walaupun kapasitas aku bukanlah buat jadi dosen.
  • Wenda, ikonnya Geo B. Dutanya Geo B, jago public speaking, jago matematika, jago organisasi dan jago seni. Multitalenta banget lah. Pinter ngelawak juga. Percaya dirinya dapet poin 100 of 100. 
  • Irfan, kita sekelas manggilnya Ipong calon Bupati Kuningan. Kabemnya HIU pas periode angkatan 2012 menjabat. Sejak dia jadi Kabem, dia makin bijak dan tau banget masalah perpolitikan. Selalu berinisiatif buat ngumpulin anak-anak lagi sekelas (makasih banyak pong). Kalau mau tau info update akademik, tanya aja ke Ipong. Soalnya dia udah soulmate sama pak Asep mantan dekan FPMIPA dan Pak Rindang. 
  • Rendi, awalnya suka sebel sama ini anak. Tapi sejak belajar di Kalkulus Vektor, ternyata dia gak nyebelin2 amat hahaha. Pinter matematika meski keliatan ogah-ogahan pas belajar. Sekarang dia makin bijak sejak mangku gelar S. Pd dan jadi bapak guru. Padahal awalnya dia bilang di awal perkuliahan gak mau jadi guru, sekarang mungkin dia sudah memaknai jiwa guru. Seoga istiqomah selalu Pak Guru. 
  • Agung, ini ikonnya tahu bulat di Geo B. Hobinya dia ngebully dede Faliq. Kalau dia udah ngomong suka bikin ketawa sekelas. Dia kalau pake kerudung cantik pisan, apalagi postur badannya mendukung buat jadi cewe hahaha. Jago game DOTA, jago futsal, jago ngegombal juga ke Rahmi.
  • Aqfil, pendieeem banget. Selalu megang tablet dulu pas kuliah. Dimana ada wifi disitu dia baca manga. Jago matematika, dan kata temen-temen kelas kalau dia nerangin pelajaran mata kuliah, insyaAllah bakalan ngerti. Cucok lah jadi dosen. Namanya juga pinter matematika, kalau dia ngomong apapun tentang matematika butuh waktu sekian tahun (lebay) buat ngertinya. Intinya, gak bisa ngerti omongan dia dalam sekali dengar.
  • Taqi, dia awalnya kurus, pendiem dan sekali ngomong berbobot banget. Sekarang dia berubah 180 derjat. Yah silahkan bayangkan saja perubahan dia. Dia adalah anak kesayangan beberapa dosen karena dia rajin dan cerdas. Tipe calon dosen juga. Kadang suka gaje di grup kelas, jenis orang jenius emang gitu rata-rata.
  • Azhar, waah ini anaknya pendiem tapi masih mending Aqfil. Meski keliatan dingin di luar tapi aslinya dia orang yang hangat. Buktinya dia suka kegiatan sosial dengan masuk Depsospol di BEM HIU. Bahkan jadi ketua PPM. Sebenernya, denger cerita banyak yang ngefans sama ini anak. Tapi dianya diem-diem aja, kayak gak peka hahaha. Sejak awal perkuliahan sampe tingkat 3 dia keliatan kayak orang sakit gitu, tapi pas terakhir ketemu pas bukber kemarin dia kayaknya udah jauh lebih fresh.
  • Isa, dia jago banget masalah diplomatik. Kalau udah ngeluarin pendapat, masuk akal dan sulit buat gak diterima. Tapi udah jarang banget ga ketemu dia. Terakhir ketemu cuma pas-pasan beberapa hari lalu dikampus. Jago olahraga kalau gak salah.
  • Yosa, dia sekarang udah pindah gak tau kemana. Dia emang pendiem, lebih pendiem dari Azhar. Kalau dia mulai bersuara, seperti nanya atau memberi jawaban, kita sekelas pasti langsung malingkan muka ke dia dan terkesima karena saking jarangnya denger suara dia. Jago banget masalah program komputer. Gak ada yang bisa ngalahin dia lah kalau tentang programmer.


Bukber Geo B 2014
Bukber Geo B 2015
Bukber Geo B 2016


Meskipun nanti kita tidak lagi saling bersua, tidak lagi ada sapa antara kita, aku mohon untuk tetap saling menyapa dan berjabat tangan saat di akhirat nanti. Karena kita punya mimpi yang sama untuk menjadi Sang Pencerah Indonesia, itu artinya kita punya niat mulia demi kebaikan kepada sesama manusia. Dengan kata lain, kita punya impian untuk beribadah dan beramal baik atas perintah Allah SWT. Jika kalian tidak menemukanku surga kelak, tolong cari aku dan selamatkan aku teman :')
Mohon maaf atas segala kesalahan yang aku perbuat selama mengenal kalian, dan terima kasih atas inspirasi dan motivasi yang luar biasa dari kalian.