Kamis, 10 November 2016

Negeri Timur Indonesia

Salam, selamat datang kembali di duniaku 😊

Cerita kali ini adalah tentang dunia sebelah timur Indonesia. Rahma sekarang sedang menginjakkan kaki di Parigi Moutong, pada bagian lengkungan huruf K pulau Sulawesi. Menakjubkan bisa berada disini.
Kenapa bisa sampai disini? Karena Rahma sedang mengikuti program SM 3T 2016. Inj adalah salah satu impian Rahma saat masih kuliah dulu. Ada mimpi pasti ada pengorbanan juga dong. Begitu banyak hal yang harus Rahma relakan untuk kegiatan ini, namun hal tsb jauh tidak ada artinya dengan pengalaman yang diperoleh disini.

Rahma berasal dari Sumatra Barat, kuliah empat tahun di Jawa Barat, hidup selama 21 rahun di daerah WIB alias waktu indonesia barat. Sekarang jatuh ke Indonesia Bagian Timur, menggunakan waktu indonesia bagian tengah alias WITA. Makin jauh dari keluarga. Fantastic! 😒

Budaya disini lumayan berbeda dengan minang dan sunda. Tapi alhamdulillah di daerah Rahma tempati skrg mayoritas muslim, dan banyak transmigran disini. Alhamdulillah juga mendapatkan keluarga baru yang keturunan sunda. Nenek di rumah sini sudah seperti nenek kandung bagi Rahma.

Alhamdulillah juga, dapat lingkungan yang sering mengadakan pengajian alquran. Jadi bisa tau lebih banyak tentang daerah ini bersama ibu-ibu dusun.

Teman sekamar yang menjadi teman guru juga di sekolah Rahma, alhamdulillah se visi dengan Rahma. Tidak jauh berbeda dengan tipe teman-teman sewaktu di Bandung.

Tetangganya juga baik, rajin ke mesjid dan suka baca buku kitab-kita islam. Sering sharing juga, akhirnya Rahma join liqo nya ibu tetangga 😊

Disini guru-guru tempat Rahma mengajar juga baik semua, dan masih berjiwa muda. Jadi kerjanya sangat totalitas serta penuh semangat.
Di sekolah juga guru-guru yang sudah menikah kadang suka iseng buat menjodoh-jodohkan guru yang belum nikah. Niatnya supaya pada betah di sekolah, gak akan pergi-pergi jauh lagi.
Disini gurunya alhamdulillah baik dan perhatian semua. Bahkan ada yang sudah seperti keluarga.

Disini buah, sayur, ikan dan daging berlimpah sekali. Saking berlimpahnya, harganya murah bangetπŸ˜‚

Disini cuacanya panas, jadi siang malam keringetan terus. Apalagi kalau udah mati lampu, makin jadi panasnya.
Kalau udah musim panen padi, suka banyak kupu-kupu putih. Aduh bikin gatal-gatal kulit. Ini sekarang lagi ngetik sambil nahan gatal-gatal di kaki 😒

Budaya siswanya juga beda sekali dengan di sunda. Siswa tidak terlalu menghormati guru disini. Dengan kakak kelas saja mereka hanya panggil nama, intinya tidak ada senioritas disini. Kalau sama guru mereka jarang yang ketemu langsung salam. Mereka kadang cuma menyapa saja dengan senyuman.

Hmm mungkin itu saja dulu yaa cerita kali ini. Sebagai pengobat rindu dengan blog yang tersayang.

Wassalam πŸ˜πŸ˜‰

Tidak ada komentar:

Posting Komentar