Gomen, Maaf, Mian, Sorry, Afwan, Punten :D
Baru sempat buka blog lagi, padahal udah hampir seminggu dari janji Rahma buat share cerita tentang Bedah Buku BTLA (Bulan Terbelah di Langit Amerika).
Sebelumnya, Rahma pernah posting note di FB tentang ulasan buku 99 Cahaya Di Langit Eropa. Buku yang bombastis di 10 tahun terakhir ini :) Sejak baca buku itu, Rahma jadi jatuh cinta dengan tulisan dari penulisnya. Termasuk dengan BTLA.
Rahma ikutan Bedah Buku ini bareng sama Nida. Makasih ya Nid, hobi yang sama membuat kita berjuang bersama untuk mengikuti kegiatan ini. Semoga ada nilai dan pahala yang bisa kita dapat :) Aamiin.
Rahma bisa ikutan acara ini, karena waktu itu awalnya ngikut kajian Islam di Rabbani diajakin Nida. Ada berbagai doorprize ternyata. Salah satunya 2 tiket gratis ikutan bedah buku BTLA. Rahma alhamdulillaah dapet ;) Maunya Nida juga dapet sih, soalnya kesempatan buat Nida waktu itu juga gede. Sayang takdir mengatakan bukan sepertinya :(
Tapi pas pulang, Nida mau beli tiketnya. Wuaaa senengnya ada temen :D
Trus kita juga bisa minta tanda tangannya Mas Rangga dan Mabk Hanum. Bahagianyaaaaa >.<
Udah ada 3 buku yang langsung di tandatangani sama penulisnya, dari Kak Azhar, Mas Gunadi, dan Mas Rangga Mbak Hanum (lope lope laah pokonya)
Rahma jadi inget, waktu itu kepo twitternya BTLA. Ada event bagi-bagi 10 buku BTLA secara gratis beserta tandatangan penulisnya. Udah ikutan tuh, di twitter maupun di FB. Tapi ya namanya bukan rezeki.. Alhamddulillah sekarang beneran dapet tandatangannya plus ketemu orangnya langsung (ini lagi bahagia pas nulisnya, maaf kalau alay hee)
Di buku 99 Cahaya Langit di Eropa, membahas tentang peradaban Islam yang terkubur indah di Eropa. Kalau BTLA, diawali dengan kisah tragis yang terjadi pada tahun 2001, 11 September.
Rahma nggak akan bahas isi bukunya secara mendetail, biar teman-teman juga ikutan baca. Harus malah, nggak perlu beli. Pinjem aja, sini Rahma pinjemin. Goceng per jam hahhaa.. (becanda :p)
Kita semua tau, semenjak peristiwa tabrakan pesawat pada gedung WTC New York itu Islam mengalami perubahan pandangan di mata manusia dunia. Islam dianggap sebagai agama yang anarkis dan penganutnya adalah teroris. Ternyata, ada hal-hal yang tak disangka akan terjadi selain hal tersebut. Bagaimana pendangan yang sebenarnya dari pihak korban? Bagaimana kronologi sebenarnya? Apakah yang terjadi setelah peristiwa itu di Amerika? Apa saja kejanggalan yang ada pada kejadian tersebut? Banyak sekali pertanyaan yang harusnya kita lontarkan dengan adanya kejadian tersebut. Tapi, umumnya hanya segelintir otak yang mengajukan pertanyaan tersebut.
Mbak Hanum dan Mas Rangga (suaminya) diberikan kesempatan oleh Allaah untuk menelusuri itu semua. Mereka dengan senang hati menggunakan bekal kekritisan akal dan rasa ingin tahu yang besar untuk mencari jawaban akan pertanyaan tersebut. Banyak hal yang akan membuat kita selalu menyebut dan memuji-Nya. Banyak sekali..
Beberapa hal yang tersebut adalah : ada kota yang bernama Mecca, Alabama, Medina di USA; asal kata KUBA (menurut dugaan kedua penulis), sebuah potongan ayat Alquran di Harvard Law School, Presiden Amerika Thomas Jefferson punya Alquran di perpusatakaan pribadinya (kata Mbak Hanum, setiap halaman pada Alquran selalu diberi tanda TJ oleh beliau), dan banyak lagi.
Dari buku ini juga, kita akan tahu bagaimana pemikiran radikal beberapa orang tentang Islam serta warga non-Amerika. Bagaimana kebencian mereka dan rencana-rencana terselubung untuk menghancurkan itu semua.
Selain dari pembahasan tentang buku tersebut, pasangan suami istri ini juga menjawab beberapa pertanyaan pribadi yang menghanyutkan hati :)
Mereka seperti yang diketahui pernah tinggal selama masa S3 Mas Rangga di Austria, dan ternyata ada cerita indah dibalik itu semua. Bagaimana Mbak Hanum harus meninggalkan karirnya sebagai reporter TransTV dan memilih menjadi wanita yang hanya mengurus suami seperti memasak, mencuci, menunggui suami pulang kuliah.
Namun buah dari kesabaran dan cinta pengabdiannya tersebut adalah sesuatu yang memberikan karunia besar lagi mulia. Lahirlah 99 Cahaya Langit di Eropa. Mereka menjadikan tujuan mereka tidak lagi sekedar hal-hal yang berbau hebat, namun menjadi agen muslim yang baik. Itu semua tergambar jelas dari dialog pemikiran keduanya dalam buku. Tidak lagi hanya sebatas membuat buku, namun menyebarkan kebaikan yang bisa mereka usahakan untuk semua umat Islam. Indah nian tujuan mereka :)
Mereka menemui banyak orang, diberikan cerita takdir yang indah. Membuat yang hadir saat itu ingin merasakan kenyamanan tersebut. Dan Rahma ingin sekali bisa menjadi agen seperti mereka. Meluruskan niat tidak sekedar memenuhi keinginan, mimpi dan harapan. Ada sesuatu yang jauh lebih berharga dari itu semua. Itulah yang akan mejadi tujuan utama Rahma :)
Bismillaah, izinkan Ya Allaah :')
O ya, pesan di akhir dari Mas Rangga adalah : "Membaca.. itulah kuncinya. Karena dengan membaca akan membuka cakrawala"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar