Senin, 24 Agustus 2015

Hakikat dari Cinta yang Akan Diterima Allah


Diambil dari kutipan novel Ayat-ayat Cinta tentang Cinta yang seharusnya kita pertaruhkan danperjuangkan, buka mata dan buka hatimu, apakah cinta yang saat ini kamu rasakan adalah suatu yang benar atau suatu kesalahan fatal?

“Aisha isteriku, apakah kau benar-benar mencintaiku?” tanyaku. 
Aisha menganggukkan kepala. 
“Aku juga sangat mencintaimu. Dan aku tak ingin kita yang sekarang ini saling
mencintai kelak di akhirat menjadi orang yang saling membenci dan saling
memusuhi.” 
“Apa maksudmu? Apakah ada dua orang yang di dunia saling mencintai di
akhirat justru saling memusuhi?” tanyanya. 
“Jika cinta keduanya tidak berlandaskan ketakwaan kepada Allah maka
keduanya bisa saling bermusuhan kelak di akhirat. Apalagi jika cinta keduanya justru menyebabkan terjadinya perbuatan maksiat baik kecil maupun besar. Tentu kelak mereka berdua akan bertengkar di akhirat. Seseorang yang sangat mencintai
kekasihnya sering melakukan apa saja demi kekasihnya. Tak peduli pada apa pun
juga. Terkadang juga tidak peduli pada pertimbangan dosa atau tidak dosa. Jika yang dilakukan adalah dosa tentu akan menyebabkan keduanya akan bermusuhan kelak di akhirat. Sebab mereka akan berseteru di hadapan pengadilan Allah Swt. Inilah yang telah diperingatkan oleh Allah Swt dalam surat Az Zuhruf ayat 67: ‘Orang-orang yang akrab saling kasih mengasihi, pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.’ Isteriku, aku tak ingin kita yang sekarang ini saling menyayangi dan saling mencintai kelak di akhirat justru menjadi musuh dan seteru. Aku ingin kelak di akhirat kita tetap menjadi sepasang kekasih yang dimuliakan oleh Allah Swt. Aku tak menginginkan yang lain kecuali itu isteriku. Hidup dan mati sudah ada ajalnya. Allahlah yang menentukan bukan keluarga Noura juga bukan hakim pengadilan itu. Jika memang kematianku ada di tiang gantungan itu bukan suatu hal yang harus ditakutkan. Beribu-ribu sebab tapi kematian adalah satu yaitu kematian. Yang membedakan rasanya seseorang mereguk kematian adalah besarnya ridha Tuhan kepadanya. Isteriku, aku sangat mencintaimu. Aku tak ingin kehilangan dirimu di dunia ini dan aku lebih tak ingin kehilangan dirimu di akhirat nanti. Satu-satunya jalan yang harus kita tempuh agar kita tetap bersama dan tidak kehilangan adalah bertakwa dengan sepenuh takwa kepada Allah Azza Wa Jalla.” 
Tangis Aisha semakin menjadi-jadi.

8 komentar:

  1. Apa dan kenapa aisha mencintaiku (suaminya)??

    BalasHapus
    Balasan
    1. iuh.. bang toni alun tau ayat-ayat cinta?

      Hapus
    2. -____-
      tau.... bang cuman baco 15 halaman novelnyo ayat-ayat cinta.....
      husna punyo novelnyo atau filmnyo??? Pinjam/minta dong :) :)

      Hapus
    3. Emang apo jawaban aisha???
      penasaran.... hahahaha

      Hapus
    4. rahma baco novel dalam bentuk pdf nyo bang, cari se di google. filmnyo ndk ngena doh bang, ancak baco novelnyo se haha
      baco se lah surang, tau a jwbn aisha mah :p haha

      Hapus
    5. Yah.... bang kiro ado bukunyo....
      agiah tau se lah jawabannyo husna.... baco pdf ndk lamak do...hahaha

      Hapus
    6. Yah.... bang kiro ado bukunyo....
      agiah tau se lah jawabannyo husna.... baco pdf ndk lamak do...hahaha

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus