Sabtu, 26 Maret 2016

Memaafkan dan Mengalah


Sebenernya Rahma mau nyurhatin apa yang lagi Rahma rasain disini, berhubung pengunjung blog ini gak ada. Alias cuma Rahma aja yang baca :v. Jadi kalau Rahma curhat disini kayaknya bakalan gak ada yang tau hahaha..
Tapi mikir lagi, soalnya pernah mendengar nasehat kalau orang beriman itu gak akan menceritakan keluh kesahnya, akan menyimpan sendiri. Okay, itu gak bisa dibantah harus Rahma patuhi.

Jadi Rahma gak akan cerita keluh kesah Rahma :p

Rahma mau ngutip sebuah paragraf aja lah ya dari buku yang lagi Rahma baca.

"Memaafkan dan Mengalah"

"Akhlak yang agung dan tinggi inilah yang mendorong Abdullah bin Mas'ud ketika duduk di pasar membeli makanan. Ketika hendak membayarkan beberapa dirham miliknya beliau baru mengetahui bahwa uangnya telah hilang dicuri. Orang-orang pun mendoakan jelek kepada orang yang mencurinya, namun Abdullah bin Mas'ud mempunyai pandangan yang lain. Beliau duduk dan berdoa, Ya Allah, apabila yang mendorong dia mencuri adalah kebutuhan yang mendesaknyamaka berkahilah dia di dalamnya, namun apabila karena keberaniannya dalam berbuat dosa maka jadikanlah ini akhir dosanya."

Mulia banget ya akhlak dari para tabi'in..
Mungkin ini bisa membantu Rahma berpikir jernih dari masalah-masalah yang kadang terlalu didramatisir oleh prasangka, baik itu bagus ataupun jelek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar