Minggu, 15 Mei 2016

Otak Perempuan

Assalamu'alaikum wr.wb

Rahma habis baca sebuah buku, judulnya Female Brain. Buku ini menceritakan bahwa begitu banyak hormon yang mempengaruhi prilaku dan cara berpikir seorang wanita. Rahma minjem buku ini dari Dede Faliq, yang ngenalin tentang perbedaan otak laki-laki dan perempuan.

Otak perempuan itu rumit, bukan karena perempuan yang riweuh tapi memang karena hormon-hormon yang menunjang kelansungan hidupnya sangat beragam. Mulai dari induknya, yaitu estrogen, progesteron, testosteron, oksitosin, dan lain-lain. Semuanya memiliki peran yang berbeda di waktu yang berbeda pula. Pantas saja wanita itu tidak mudah ditebak. Hari ini mungkin dia sedang cerah mood nya, namun besok bisa jadi berubah 180 derajat. Karena hormon-hormon tersebut juga bergantian untuk memasang perannya.

Rahma pada kesempatan kaliini akan merangkum proses perkembangan perempuan dari kanak-kanak hingga masa keemasan (gold age) :

1. Kanak-kanak, kromosom yang membentuk janin perempuan berbeda dengan milik laki-laki. Kromosom perempuan adalah XX. Dimana hal ini menunjukan bahwa hormon estrogen yang dimiliki perempuan nantinya dua kali lipat bahkan lebih dari perempuan. Sehingga hormon testosteronnya akan lebih sedikit dibandingankan laki-laki. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perempuan unggul dengan estrogen sedangkan laki-laki unggul dengan testosteronnya. Wanita dengan estrogennya akan memiliki ingatan yang kuat serta detail, dan kemampuan verbal yang luar biasa hebat.

2. Pubertas, siklus bulanan akan dimulai pada masa ini. Dimana setiap bulan ada masa-masa dimana estrogen naik, progesteron turun, atau oksitosin yang naik, estrgen turun, dan sebaliknya. Makanya, perempuan beberapa hari menjelang masa haidnya akan mengalami stress, tekanan batin serta lebih mudah marah dan waspada karena ada hormon tertentu yang mempengaruhinya. Pada masa ini, remaja perempuan cendrung banyak membangkang pada orangtuanya, dan emosinya sering naik turun (pengalaman banget, dan bener banget!)

3. Kematangan perempuan, perempuan mulai memikirkan masa depan. Mulai berhati-hati dalam memilih pasangan yang akan menjamin kehidupannya dan dapat mencapai visinya. Mulai memikirkan hal-hal baru apa yang dilakukan, kapan menikah, memilih pekerjaan dan lain-lain. Perempuan akan lebih bisa mengendalikan emosinya pada masa ini, berpikir sebelum berucap dan bertindak.

4. Kehamilan, Menyusui Membesarkan Anak, saat perempuan telah mencapai masa kehamilannya, maka muncullah sebuah hormon baru yang bernama oksitosin. Sifat keibuan mulai muncul dan mengalir dalam darahnya. Anak menjadi segalanya. Stress menjadi hilang saat bayi mulai menyusui, namun stress dapat kembali hadir apabila sang ibu dijauhkan dari bayinya. Karena ada keterikatan batin serta hormon yang muncul saat ibu dan anak bersatu.

5. Perimenopuse, sklus estrogen, progesteron dan testosteron menjadi tidak teratur. Haid menjadi tidak teratur siklusnya. Kondisi fisik dan emosi berubah-ubah melebihi masa pubertas. Sehingga pada masa ini rentan terjadi perceraian.

6. Menopouse, perubahan besar terjadi. Hormon-hormon mulai menurun, ini artinya masa-masa bersama anak menjadi sesuatu hal yang biasa. Perempuan menjadi lebih terfokus pada dirinya sendiri. Ingin memulai sesuatu yang diinginkan sedari dulu.

7. Pascamenopouse, saat inilah saat lansia. Perempuan mulai pikun dan lambat dalam berpikir. Karena estrogen yang selama ini menyokong ingatannya mulai hilang dan bertempat sangat rendah dalam aliran otak.

Dari buku ini, Rahma menjadi tau bahwa perempuan itu istimewa. Penciptanya, yakni Allah SWT berhasil menyusun suatu makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya. Tanpa wanita, laki-laki tak bisa apa-apa. Tanpa laki-laki wanita juga tak bisa apa-apa. Susunan otak mereka menjadi saling melengkapi dengan cara yang unik. Subhanallaah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar