Salam, selamat datang kembali di duniaku π
Cerita kali ini adalah tentang dunia sebelah timur Indonesia. Rahma sekarang sedang menginjakkan kaki di Parigi Moutong, pada bagian lengkungan huruf K pulau Sulawesi. Menakjubkan bisa berada disini.
Kenapa bisa sampai disini? Karena Rahma sedang mengikuti program SM 3T 2016. Inj adalah salah satu impian Rahma saat masih kuliah dulu. Ada mimpi pasti ada pengorbanan juga dong. Begitu banyak hal yang harus Rahma relakan untuk kegiatan ini, namun hal tsb jauh tidak ada artinya dengan pengalaman yang diperoleh disini.
Rahma berasal dari Sumatra Barat, kuliah empat tahun di Jawa Barat, hidup selama 21 rahun di daerah WIB alias waktu indonesia barat. Sekarang jatuh ke Indonesia Bagian Timur, menggunakan waktu indonesia bagian tengah alias WITA. Makin jauh dari keluarga. Fantastic! π’
Budaya disini lumayan berbeda dengan minang dan sunda. Tapi alhamdulillah di daerah Rahma tempati skrg mayoritas muslim, dan banyak transmigran disini. Alhamdulillah juga mendapatkan keluarga baru yang keturunan sunda. Nenek di rumah sini sudah seperti nenek kandung bagi Rahma.
Alhamdulillah juga, dapat lingkungan yang sering mengadakan pengajian alquran. Jadi bisa tau lebih banyak tentang daerah ini bersama ibu-ibu dusun.
Teman sekamar yang menjadi teman guru juga di sekolah Rahma, alhamdulillah se visi dengan Rahma. Tidak jauh berbeda dengan tipe teman-teman sewaktu di Bandung.
Tetangganya juga baik, rajin ke mesjid dan suka baca buku kitab-kita islam. Sering sharing juga, akhirnya Rahma join liqo nya ibu tetangga π
Disini guru-guru tempat Rahma mengajar juga baik semua, dan masih berjiwa muda. Jadi kerjanya sangat totalitas serta penuh semangat.
Di sekolah juga guru-guru yang sudah menikah kadang suka iseng buat menjodoh-jodohkan guru yang belum nikah. Niatnya supaya pada betah di sekolah, gak akan pergi-pergi jauh lagi.
Disini gurunya alhamdulillah baik dan perhatian semua. Bahkan ada yang sudah seperti keluarga.
Disini buah, sayur, ikan dan daging berlimpah sekali. Saking berlimpahnya, harganya murah bangetπ
Disini cuacanya panas, jadi siang malam keringetan terus. Apalagi kalau udah mati lampu, makin jadi panasnya.
Kalau udah musim panen padi, suka banyak kupu-kupu putih. Aduh bikin gatal-gatal kulit. Ini sekarang lagi ngetik sambil nahan gatal-gatal di kaki π’
Budaya siswanya juga beda sekali dengan di sunda. Siswa tidak terlalu menghormati guru disini. Dengan kakak kelas saja mereka hanya panggil nama, intinya tidak ada senioritas disini. Kalau sama guru mereka jarang yang ketemu langsung salam. Mereka kadang cuma menyapa saja dengan senyuman.
Hmm mungkin itu saja dulu yaa cerita kali ini. Sebagai pengobat rindu dengan blog yang tersayang.
Wassalam ππ
Kamis, 10 November 2016
Kamis, 04 Agustus 2016
Keluarga
Semoga bisa merantau kembali untuk pengalaman yang tak terlupakan...
Ibu, semoga aku bisa mengikuti langkahmu dengan mengabdikan diri untuk bermanfaat bagi saudara jauh sebangsa setanah air, aamiin..
Ibu, doakan aku bisa segera mengabdi padamu juga..
Aku juga ingin mendekapmu setiap malam, bersujud denganmu di tengah malam, mengecup pipimu di setiap waktu..
Aku juga ingin mendekapmu setiap malam, bersujud denganmu di tengah malam, mengecup pipimu di setiap waktu..
Ayah, doakan anakmu ini bisa segera mendapatkan sandaran hidup untuk dunia dan akhirat yang setara denganmu bahkan lebih baik darimu. Meskipun aku takkan pernah bisa untuk tidak bersandar padamu, karena ayah adalah cinta pertamaku yang tidak bisa ditandingi lelaki manapun yang pernah aku temui.
Adik-adikku, doakanlah kakakmu yang agak jahil ini agar selalu bisa menjadi panutan kalian, menjadi tempat bertanya bagi kalian, tempat berkeluh kesah masalah kalian. Semoga kita semakin kompak dalam kebaikan, selalu mendoakan pada jalan yang benar dan berjumpa kembali di surga aamiin.
Nenek, doakanlah cucumu ini bisa menjadi kunci surga bagi ayah ibunya, sehingga aku juga menjadi perantara nantinya untuk dirimu masuk surga. Kasih sayangmu, hardikanmu, tulus cinta kasihmu yang menemaniku selama dirimu hidup takkan bisa kubalas. Semoga cicit-cicitmu kelas bisa menyayangi neneknya dengan penuh cinta pula.
Bibi, paman, kalian adalah orangtua ku pula. Kasih sayang kalian begitu maha lembut pada keponakanmu. Kami memang bukan darah daging kandung kalian tapi kalian mencurahkan cinta dan kasih kepada kami bagaikan kami ini adalah anak kandung mu sendiri. Tiada balasan yang pantas bagi kalian selain surgaNya Allah.
Sepupu-sepupuku, kalian sudah seprti saudara kandungku sendiri. Kita berbagi tempat tidur, makan dan pakaian sejak kecil. Tidak ada batasan antara kita. Aku menyayangi kalian seperti adikku sendiri. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain canda tawa, gurauan, manjanya kalian padaku. Kalian adalah anak-anak yang jujur, polos dan banyak tingkah. Itulah yang membuat hidupku semakin sempurna.
Meski berjumpa dengan kalian semua hanya 2 minggu dalam setahun namun itu seperti seabad lamanya bagiku. Selama 2 minggu itulah aku menumbuhkan terus rasa sayang dan cintaku pada kalian. Tidak ada yang lebih aku sukai ketika pulang kampung selain bertemu dengan kalian semua, keluarga ku.
Semoga keluarga kita semakin harmonis dan menjalani hari-hari penuh berkah.
Aku mencintai kalian semua, keluargaku :)
Minggu, 31 Juli 2016
Bismillah
Luruskan niat, Tegapkan hati dan Mantapkan langkah!InsyaAllah..
Bismillahi tawakkaltu 'alallah Laa haula wa laa quwwata illa billah
Rabu, 22 Juni 2016
Kalian adalah Inpirasi Para Sang Pencerah
Ramadhan, 12-13, 1437 H
Juni, 17, 2016 M
Geo B, mereka adalah kenangan yang berjejer terurut seperti bilangan real. Tidak memiliki jarak. Meski ada beberapa bilangan yang takkan mungkin kujangkau karena kami berdiri tidak berdekatan.
Tapi itu bukanlah penghalang atau pertanda bahwa kami bukanlah teman.
Ini hanya secuil ungkapan kesanku pada kalian, bisa jadi salah, bisa jadi benar, karena aku hanya melihat dengan mataku yang memiliki banyak kekurangan.
Ini adalah bilangan-bilangan yang menghiasi hari-hariku selama empat tahun terakhir ini :
- Retno, asli gadih Minang, asli Pakan Kamih, nama yang pertama menarik perhatianku saat pengumuman kelulusan SNMPTN tulis. Hanya kami berdua dari Sumatra Barat yang tertulis lulus di lembar pengumuman SNMPTN tulis 2012. Orang minang yang gak suka pedas, itu Retno. Jago dan teliti dalam Matematika, terutama Statistika. Orangnya easy going sama siapa aja. Separuh nyawanya mungkin ada di KSR.
- Ida, temen kelas yang pertama kali aku temui dan aku kenal secara langsung. Asli Batusangkar. Wajahnya Minang banget, logat bicaranya juga minang banget. Baik dan penuh perhatian. Gigih dan tekun buat hal belajar, terutama sejak memasuki tahun kedua kuliah. Dulu dia aktif medsos banget, sekarang udah jarang.
- Nurul Syifa alias Mfa. Di awal kenal dia, sepertinya ini anak asik, suka ngobrol dan pengen masuk KOPMA. Kerudungnya lebar banget, wajahnya sunda pisan, kalau dia udah ngomong bahasa sunda, aku give up. Pura-pura gak denger. Pinter banget matematika, tau banyak masalah teknologi terkini, suka nulis (sama kayak aku), punya banyak cerita aneh dan lucu, dan punya kepribadian beda dari kebanyakan muslimah yang anggun. Dia kalau baru kenal, pasti mikirnya ini orang pendiem, cuek dan susah dideketin. Kalau udah kenal, tamat sudahlah pengandaian barusan.
- Rahmi, ini namanya tinggal copas dari nama aku dengan sedikit pengubahan huruf diakhir kata. Asli tangerang, dan berkerudung lebar juga. Di semester awal, gak terlalu kenal sama ini anak. Malah baru nyadar setelah beberapa bulan kalau kami sekelas. Dulu kosannya terpencil sendiri di Cilimus ujung, tapi sejak masuk tingkat dua pindah ke Cempaka bareng Mfa. Jadi sejak itu makin tau tentang ini anak. Cantik dan anggun, buat anggunnya masih dipertanyakan hahaha. Tapi semakin tingkat akhir dia makin anggun lho. Punya pemikiran yang aku aja gak kepikiran. Kalau lagi malas, malaaas banget, tapi kalau lagi rajin, rajiiiiin bangeet. Yang susah dikontrol sama dia, moodynya. Tapi semakin kenal, dia orangnya penuh perhatian banget.
- Nida, baru deket sama ini anak pas tingkat 3 terutama pas bareng ngontrak Varkom, Matkom, PPM, PPL. Paling diandalkan buat kajian dan hang out. Easy going sama siapa aja. Dan penyabaar banget, meski dari sabarnya berubah jadi kadang gak peka. Punya hobi baca dan bisa inget detail apa yang dibaca. Kalau mau nanya tentang teori-teori pembelajaran ke dia aja. Dia hapal pisan.
- Azizah, aduuh kalau sama Iza, aku maulah jadi anaknya dia. Keibuan banget, udah cocoklah buat jadi istri (promosi hahaha). Paling mau jadi volunteer apapun buat ngebantuin kebutuhan kelas. Mulai dari bantu KM jarkom kelas (sekarang jarkom SMS udah gak jaman), nanya tentang perkuliahan kedosen, motokopi dll. Belum pernah liat Iza ngambek ataupun marah. Selalu punya ide yang cemerlang, dan rajin banget buat urusan kuliah. Jarang nonton film, karena nonton film = obat tidur bagi dia. Anak ibu banget, nurut dan patuh banget sama orangtua.
- Ainun, asli Jakarta. Ini orang betawi yang pertama aku kenal. Suka banget denger dia ngomong pake gue elu. Agak pendiem kalau di kelas. Gak pernah bikin heboh atau ikutan heboh. Cuma ikut-ikutan ketawa dari tempat duduknya. Sekalinya dia ngomong atau cerita bisa bikin kita ketawa sekelas (bakat banget di bidang Stand Up Comedy). Perempuan pertama yang nikah kelas Geo B. Awal kenal, di pandangan aku, ini anak kayaknya pinter dan elit, soalnya dari Jakarta. Tapi setelah kenal, waaah amazing! Gak bisa ditebak orangnya.
- Sulfia, asli Sukabumi. Kesan pertama dari ini anak adalah gigih dan pekerja keras. Di awal kenal paling seneng memperkenalkan diri dengan urutan Nama, NIM dan Kelas. Punya impian-impian yang mulia. Gak pernah takut buat bertanya serta selalu percaya diri. Anaknya pinter matematika.
- Laesa, berasal dari sekolah SMA yang hampir mirip dengan SMA aku. Kita sering berbagi cerita tentang gimana kehidupan SMA Boarding School. Yang paling rajin berangkat subuh ke kampus karena naik angkot yang jauh dari rumahnya. Pusatnya jago anime dan punya hobi yang gak tertebak. Rajin dan pekerja keras meskipun diem. Bisa dibilang diam-diam menghanyutkan.
- Bonita, ini rumahnya juga jauh. Paling rajin dateng ke kampus. Kalau lagi nge-wifi di kampus bukan buat download film, tapi download bacaan-bacaan yang manfaat. Disaat yang lain asik cerita film, artis, lagu, dll, dia malah belajar konsentrasi di kelas. Saluuut!! Penuh pertimbangan dan hati-hati banget. Tapi kehati-hatiannya gak bikin dia lambat, malah tegas dan gercep (gerak cepat).
- Faliq, ini anak sebenarnya mudah 2 tahun dari aku, Tapi dia nyantai banget manggil kita cuma dengan panggilan nama. Paling suka dibully sama Agung, Rendi dan Irfan. Tapi dia orangnya cerdas (karena dia punya IQ tinggi), jadi mudah bagi dia buat bales pembully-an tersebut. Punya imajinasi yang keren, dan selalu update hobi. Jadi bisa dibilang dia punya banyak bakat. Paling seneng bikin kita ketawa sekelas. Panggilan sayang kita buat dia adalah "DEDE"
- Dian, asli Batam. Jago pisan dalam hal seni gambar dan desain. Awalnya dia mau masuk Arsitektur ITB kalau gak salah. Selalu punya lelucon kalau kita lagi ngobrol, dan lelucon dia selalu bikin ngakak. Rentan banget buat sakit karena dia orang yang kurang perhatian sama kesehatan dan apa yang dia makan. Kalau masalah belanja, dia jagonya. Dian itu pinter matematika, tapi suka minder ke diri sendiri sehingga bikin dia kurang rajin. Padahal dia bakaln jago pisan kalau dia baca buku matematika tiap malem. Easy going sama semua orang dan gak pilih-pilih masalah makanan.
- Syifa Dini, alis Cipdin. Wah, dia ini primadonanya anak Geo B. Bahkan banyak laki-laki yang PDKT sama dia karena dia cantik dan mudah berteman. Dia kalau mau diajak kemana aja mau, ngajaknya juga tiba-tiba (dadakan) juga pasti mau. Suka banget main bareng temen-temen. Orang yang inisiatif buat bikin hadiah ultah buat aku pas tingkat satu, masih ada lho videonya :')
- Eka, anak pesantren yang awalnya suka dipanggil ustadzah. Keliatan cuek di luar tapi di dalemnya tegas banget, bahkan udah punya perencanaan masa depan yang luas. Rajin dan penyayang. Paling mendukung kegiatan dan kebersamaan kelas, apapun itu. Sejak tingkat akhir mulai jago dandan. Tak disangka juga sekarang lagi lope-lopean sama temen sekelas. Semoga segera dihalalkan yaa :*
- Supeni, asli lah kirain ini anak non islam dan dari sekolah elit kayak Penabur atau Xaverius. Tapi dia ternyata asli tulen Indonesian dan Islam. Dia pake kacamata dan putih cantik. Jadi keliatan banget kalau dia dari genus anak rajin, baik hati, suka menabung, dan pinter plus perfeksionis. Seneng kegiatan amal dan sosial. Jago banget masalah uang, jangan macem-macem kalau udah masalah uang ke dia. Mau minta tambahan dana buat proker meskipun cuma 100 perak gak bakalan dikasih sama dia, soalnya dia udah bikin perencanaan yang gak boleh diotak atik.
- Revina, ini kembarannya Supeni. Suka novel fantasi (read : Percy Jackson, akhirnya ada teman selain teman SMA yang suka Percy juga, thanks God), suka baca komik, dia ikutan les bahasa inggris juga. Rajin dan selalu sedia alat tulis lengkap, kalau butuh gunting, streples, lem, serutan, penggaris, tip-x coba tanya ke Rere aja. Belum pernah liat Rere marah apalagi ngambek. Selalu senyum dan ramah ke semua orang. Suaranya lembuuuut bangeeet. Pokoknya temen idaman semua orang.
- Gita, ini ratunya lembang. Blak-blakan dan paling gak suka basa basi. Cocok buat jadi tempat curhat K-Pop ataupun masalah cinta. Nge hits banget di IG dan paling update dengan masalah kosmetik. Kalau masalah logika matematika dia jago banget, bahasa inggris juga jago. Dia tipe yang cepet nangkep/ngerti pelajaran di kelas. Kalau masalah gaul dan cool, dia orangnya.
- Salsabila, kita manggilnya Caca. Easy going sama siapa pun. Paling jago kalau masalah pendapat, gak ada yang bisa ngalahin dia. Punya pengetahuan luas dan orangtua yang keren. Ilmu yang kita belum tau, bisa tau nantinya dari dia. Jago pisan sama bahasa inggris, musik, seni dan nulis. Multitalenta banget.
- Endang, wajahnya sunda banget. Ini anak diem-diem menghanyutkan loh. Kalau di kelas dia cuma diem, tapi sebenernya dia pendengar yang baik. Orangnya baik bangeeet, kalau masalah ngebantuin temen, dia ahlinya. Aktif KOPMA, menunjukkan kalau dia seneng bisnis dan kerja sama. Masalah adminisstratif dia jagonya.
- Lestari, satu-satunya non-muslim di kelas kita, dan satu-satunya temen non-muslim aku. Wajahnya batak banget, otaknya pinteer banget, jagoo matematika dan bahasa inggris. Meskipun dia non-islam tapi dia mudah banget bergaul sama kita. Keluarganya kayaknya pinter-pinter semua, adik-adiknya pada di ITB (daebaak!). Sejak udah gak kuliah bareng, jaraang banget buat liat wajah dia yang ngangenin. Terakhir ketemu bukber kemarin.. Leeees, itu panggilan sayang kita buat dia.
- Rina, temen dari Aceh. Tipe temen yang easy going dan suka travelling. Event-event Bandung yang kece dia paling tau. Dia anak yang tegar banget. Udah lama gak pulkam buat lebaran tapi it's okay aja bagi dia (kecee). Favoritnya Jin BTS (sok aja googling Jin jenis BTS)
- Maya, cantik, pendiem tapi diemnya karena dia punya suaranya yang keren. Calon penyanyi di masa depan. Kalau dia pake make up, natural banget. Jadi seneng ngeliatnya. Baik dan ramah banget.
- Putri, asli Medan. Tapi wajahnya gak ada Medan sama sekali. Tunggu sampai dia mulai ngomong, baru kenal kalau dia dari Medan. Dia orangnya diem-diem aja di kelas. Tapi diem-diem gitu memperhatikan lho. Selain itu dia juga anak yang rajin banget, suka was-was sendiri, dan anak mamah bangeet. Gak tahan kalau gak pulkam.
- Vita, ini orangnya stylish banget. Awalnya agak tomboy tapi semakin kesini makin feminim dan udah bisa dandan. Paling enak curhat sama dia, karena dia pendengar yang baik.
- Ghaida, toa nya kelas Geo B. Suka berbagi kebahagiaannya dengan anak-anak kelas. Selalu terbuka dan easy going. Dia golongan orang yang selalu pol-polan dan gak mau setengah-setengah. Keliatannya sih gak rajin, tapi aslinya rajiiin pisaaan. Jadi jangan ngeremehin dia.
- Nenden, agak tertutup tapi kalau udah kenal dia, kamu bakalan bilang MasyaAllah. Dia orang yang paling kuat meski kecil-kecil cabe rawit. Kalau ketemu dia, bakalan inget sama Allah, karena dia selalu mengingatkan temen-temennya pada kebaikan. Suka ngasih nasehat buat permasalahan kita.
- Humam, KM empat tahun kelas Geo B. Kalau ngobrol sama dia, gak akan ada habisnya. Punya visi dan misi masa depan yang menakjubkan. Masalah rajin, dia orangnya. Perempuan aja bisa kalah rajin kalau dibandingkan sama dia. Selalu berpikir positive apapun keadaan yang dia hadapi meskipun kadang suka ngeluh juga. Satu-satunya temen yang bilang kalau aku cocoknya jadi dosen hahaha. Makasih banyak mam walaupun kapasitas aku bukanlah buat jadi dosen.
- Wenda, ikonnya Geo B. Dutanya Geo B, jago public speaking, jago matematika, jago organisasi dan jago seni. Multitalenta banget lah. Pinter ngelawak juga. Percaya dirinya dapet poin 100 of 100.
- Irfan, kita sekelas manggilnya Ipong calon Bupati Kuningan. Kabemnya HIU pas periode angkatan 2012 menjabat. Sejak dia jadi Kabem, dia makin bijak dan tau banget masalah perpolitikan. Selalu berinisiatif buat ngumpulin anak-anak lagi sekelas (makasih banyak pong). Kalau mau tau info update akademik, tanya aja ke Ipong. Soalnya dia udah soulmate sama pak Asep mantan dekan FPMIPA dan Pak Rindang.
- Rendi, awalnya suka sebel sama ini anak. Tapi sejak belajar di Kalkulus Vektor, ternyata dia gak nyebelin2 amat hahaha. Pinter matematika meski keliatan ogah-ogahan pas belajar. Sekarang dia makin bijak sejak mangku gelar S. Pd dan jadi bapak guru. Padahal awalnya dia bilang di awal perkuliahan gak mau jadi guru, sekarang mungkin dia sudah memaknai jiwa guru. Seoga istiqomah selalu Pak Guru.
- Agung, ini ikonnya tahu bulat di Geo B. Hobinya dia ngebully dede Faliq. Kalau dia udah ngomong suka bikin ketawa sekelas. Dia kalau pake kerudung cantik pisan, apalagi postur badannya mendukung buat jadi cewe hahaha. Jago game DOTA, jago futsal, jago ngegombal juga ke Rahmi.
- Aqfil, pendieeem banget. Selalu megang tablet dulu pas kuliah. Dimana ada wifi disitu dia baca manga. Jago matematika, dan kata temen-temen kelas kalau dia nerangin pelajaran mata kuliah, insyaAllah bakalan ngerti. Cucok lah jadi dosen. Namanya juga pinter matematika, kalau dia ngomong apapun tentang matematika butuh waktu sekian tahun (lebay) buat ngertinya. Intinya, gak bisa ngerti omongan dia dalam sekali dengar.
- Taqi, dia awalnya kurus, pendiem dan sekali ngomong berbobot banget. Sekarang dia berubah 180 derjat. Yah silahkan bayangkan saja perubahan dia. Dia adalah anak kesayangan beberapa dosen karena dia rajin dan cerdas. Tipe calon dosen juga. Kadang suka gaje di grup kelas, jenis orang jenius emang gitu rata-rata.
- Azhar, waah ini anaknya pendiem tapi masih mending Aqfil. Meski keliatan dingin di luar tapi aslinya dia orang yang hangat. Buktinya dia suka kegiatan sosial dengan masuk Depsospol di BEM HIU. Bahkan jadi ketua PPM. Sebenernya, denger cerita banyak yang ngefans sama ini anak. Tapi dianya diem-diem aja, kayak gak peka hahaha. Sejak awal perkuliahan sampe tingkat 3 dia keliatan kayak orang sakit gitu, tapi pas terakhir ketemu pas bukber kemarin dia kayaknya udah jauh lebih fresh.
- Isa, dia jago banget masalah diplomatik. Kalau udah ngeluarin pendapat, masuk akal dan sulit buat gak diterima. Tapi udah jarang banget ga ketemu dia. Terakhir ketemu cuma pas-pasan beberapa hari lalu dikampus. Jago olahraga kalau gak salah.
- Yosa, dia sekarang udah pindah gak tau kemana. Dia emang pendiem, lebih pendiem dari Azhar. Kalau dia mulai bersuara, seperti nanya atau memberi jawaban, kita sekelas pasti langsung malingkan muka ke dia dan terkesima karena saking jarangnya denger suara dia. Jago banget masalah program komputer. Gak ada yang bisa ngalahin dia lah kalau tentang programmer.
| Bukber Geo B 2014 |
| Bukber Geo B 2015 |
![]() |
| Bukber Geo B 2016 |
Meskipun nanti kita tidak lagi saling bersua, tidak lagi ada sapa antara kita, aku mohon untuk tetap saling menyapa dan berjabat tangan saat di akhirat nanti. Karena kita punya mimpi yang sama untuk menjadi Sang Pencerah Indonesia, itu artinya kita punya niat mulia demi kebaikan kepada sesama manusia. Dengan kata lain, kita punya impian untuk beribadah dan beramal baik atas perintah Allah SWT. Jika kalian tidak menemukanku surga kelak, tolong cari aku dan selamatkan aku teman :')
Mohon maaf atas segala kesalahan yang aku perbuat selama mengenal kalian, dan terima kasih atas inspirasi dan motivasi yang luar biasa dari kalian.
Empat Musim
Assalamu'alaikum wr.wb ^^
Ramadhan, 18, 1437 H
Namanya Restu, panjangnya Restu Ramadhani. Rahma suka dengan nama ini. Rahma bersyukur karena memiliki ayah yang memberikan nama untuk anak-anaknya dengan harapan untuk doa akhirat :)
Restu ini adik ketiga Rahma. Lahirnya telat banget, maksdunya jarak umur kita lebih dari sepuluh tahun. Dia lahir saat Rahma kelas 8 SMP, bulan Ramadhan di 10 hari pertamanya.
Hari itu Ibu masih sempat dan kuat untuk belanja keperluan dapur ke pasar Bukittinggi sendiri. Ibu beli banyak bahan makanan saat itu, dan yang paling Rahma ingat, Ibu beli semangka (karena Rahma suka semangka hahaha).
Saat akan berbuka puasa, Ibu sepertinya masih kuat puasa, tapi Ibu mempersilahkan kami sekeluarga berbuka duluan. Beliau masih sibuk di dapur. Dan tiba-tiba Ibu manggil Ayah, Ibu belum sempat makan apa-apa lho. Jadilah Rahma, Ridha dan Rehan kebingungan. Rehan masih unyu banget waktu itu, bedaaaa banget sama Rehan sekarang yang udah tinggi -__- dan amit-amit suka bikin kesel (adik-adik Rahma tingginya pada melebihi Rahma, dan mereka gak berhenti tumbuh tinggi :( )
Kami (Rahma dan Ridha) malam itu tetap pergi taraweh dan saat kami pulang taraweh, rumah sepi. Ayah dan Ibu belum kembali. Sepertinya masih di klinik bersalin.
Rahma dan Ridha punya kamar masing-masing, karena kami sudah bosan bertengkar dari SD karena sekamar terus. Akhirnya saat kami pindah ke rumah baru, kami diberi kamar terpisah (yeaay). Tapi malam itu, kami memutuskan untuk tidur di kamar Rahma saja, karena cuma kami berdua yang ada di rumah. Rehan lupa ditaro dimana (hahahhaha).
Tapi saat mau sahur, tiba-tiba jendela kamar Rahma diketok-ketok,membangunkan kami dari tidur. Oh, ternyata Ayah yang pulang sebentar untuk mengambil beberapa pakaian untuk Ibu.
Lalu Rahma bertanya, apakah adik sudah lahir? Dan Ayah mengiyakan, serta menambahkan "Kalau kalian liat Ibu kaliang melahirkan, kalian gak akan pernah berani untuk melawan perkataan Ibu".
Rahma dulu saat SMP sangat sangat sangat bertentangan dengan Ibu, bahkan sampai SMA. Hingga pada akhirnya Rahma mulai bisa berpikir dewasa dan nasehat seseorang saat SMA yang menyadarkan Rahma bahwa Rahma sebenarnya sangat merindukan Ibu selama di boarding school. Sehingga Rahma malah jadi suka sama dia (lah, kenapa cerita ini :3). Emang dia orangnya perhatian ke semua teman di kelas sih, jadi gak usah baper wkwkwk.
Balik lagi ke donegeng hikayat Restu. Nah, pas kita ke klinik besoknya, waduh itu rame pisan yang datang menengok kelahiran adik baru kami. Dan hampir semua yang datang bilang " Ndeeh, buruaknyo laaai anak si nunaa koo". (Nuna adalah panggilan Ibu, dan panggilan Rahma oleh Ridha Nuna/Ena bulek. Karena wajah Rahma mirip Ibu, kata ayah juga, makanya Rahma sering gak cocok sama Ibu).
Rahma lebih senang dengan kelahiran Restu jika dibandingkan dengan pada saat kelahiran Rehan. Karena Rehan adalah satu-satunya anak laki-laki yang ditunggu kelahirannya oleh Ayah. Jadi, kami merasa cemburu saat itu. Tapi, kalau Restu gak. Karena dia cantik dan kata Nenek mirip sama Rahma waktu kecil (bedanya di warna kulit, ibarat siang dan malam hahahaha), dan nenek suka manggil Restu dengan sebutan Rahma kaciak (Rahma kecil).
Masa-masa terdekat dan tak bisa Rahma lupakan dengan Restu adalah saat Rahma liburan setelah UN SMP. Selama dua minggu kami berada di rumah dari pagi, cuma berdua.
Ibu pergi sekolah, Ayah pergi kerja, Ridha sekolah dan Rehan masuk playgrup kalau gak salah.
Restu baru berumur mau satu tahun. Dia waktu itu imuuut banget dan baru bisa merangkak dan berdiri. Belum bisa jalan. Nah, Rahma termasuk spesies yang playful sama adik-adik sendiri. Kalau adik Rahma belum nangis, Rahma belum puas buat ngejailin hahaha.
Restu gak terlepas menjadi korban Rahma. Ya namanya anak kecil pasti apapun yang dia liat bakalan dimasukin ke mulut, tapi sama Rahma suka dibentak, dimarahin, sok-sok mau ditinggalin sampe dia nangis tiap Rahma ngeliatin dia dengan tatapan tajam. Seakan-akan dia udah ngerti kalau Rahma pasang muka gak suka, dia bakalan diem aja sampe akhirnya nangis (lucuuu bangeet).
Kalau Rahma udah beresin Rumah, udah nyuci piring, ngejemur baju, dll (yang disuruh Ibu), dan tiba-tiba Restu pipis sembarangan Rahma langsung marahin. Bilang ke dia, "Kalau mau pipis kasih tauu, ini malah pipis gak bilang-bilang". Padahal waktu itu Restu belum bisa ngomong hahaha.
Sampe hapal sama Rahma bau pipisnya dia. Dan waktu Rahma tes selama 3 hari 2 malam di SMA N Cendekia, Rahma nangis di malam kedua karena kangen dia, seakan-akan bau pipisnya Restu kebayang-bayang sama Rahma.
Awalnya Rahma ngebet banget mau masuk Cendekia, tapi saat harus pisah dari Restu, Rahma berharap pas pengumuman kelulusan tes, kalau Rahma gak akan diterima. Eh ternyata diterima dan disuruh daftar ulang :(
Saat ditinggal sama Ayah dan Ibu, itu pertama kalinya Rahma liat Ayah nangis dan meluk Rahma erat banget. Dua minggu pertama, tanpa komunikasi dengan orangtua, semuanyaterasa beraaat banget.
Waktu Rahma kelas 11 SMA, ayah ibu dan adik-adik datang menengok Rahma di hari Minggu. Dan saat liat Restu, Rahma nangis. Karena saat itu dia kena luka bakar hampir seluruh badannya. Ibu sengaja gak mau ngasih tau Rahma, soalnya Rahma nanti bisa stres dan kepikiran mau pulang dneger tentang Restu.
Saat Rahma sudah masuk kelas 12 SMA, Restu sepertinya melupakan kenangan kami (sedih banget hiudp lu ma :"(). Dia mulai gak takut kalau Rahma ngancem dia. Dia mulai punya kekuatan buat ngadu ke Ibu.
Pas Rahma pulang liburan semester genap tahun kedua sejak kuliah, dia sempet bertengkar hebat sama Rahma sambil ngejar Rahma pake sapu hahahha.. Rahma waktu itu lari antara takut sama ketawa. Dia makin marah gara-gara Rahma ngetawain.
Dulu Rahma paling seneng meluk dan mangku dia. Tapi sekarang udah kelas 2 SD, udah tambah berat, pinter dan centil. Jadi males liat dia.
Restu itu selalu berusaha meniru apa yang kakaknya lakukan. Kalau Rahma lagi pengen baca Novel, dia ikutan baca juga. Bayangin aja, dia baca novel Ayat-ayat Cinta. Ngerti juga gak hahaha.
Kalau Rahma dengerin musik pake earphone, dia juga bakalan ikutan.
Kalau Rahma ngegambar bunga, dia juga ikutan, dan berusaha supaya gambarnya sama persis.
Kalau Rahma solat sunah qabla dan ba'diyah zuhur, dia bakalan langsung nanya, "kok Kakak solatnya lama dan banyak banget?"
Kalau Rahma beli makanan apa aja, dia bakalan ngikut. Begitu juga, kalau Rehan (Rehan ini kepribadiannya mirip sama Ridha, mereka tipe yang selalu mencoba tanpa takut kata orang, bahkan udah dilarang tetep aja dilakukan. Mereka itu paling penuh inovasi, contoh aja, buat buka puasa, biasnaya masing-masing dikasih 10ribu sama Ibu. Rehan bakalan beli makanan yang baru Rahma liat, nah besoknya Restu bakalan beli itu juga).
Restu juga yang koreksi cara ruku' solat Rahma agak aneh. Jadi, saat ruku' Rahma dulu terbiasa meletakkan pandangan ke tempat sujud, sehingga kepalanya jadi tegak saat ruku'. Sama Restu dikasih tau, " Kak, kok solatnya lucu. Pas Akak ruku' kepalanya tadi nunduk terus tegak lagi".
Di rumah, yang manggil Rahma Uni sejak kecil hampir semua. Kecuali Restu.
Beberapa waktu lalu, Restu ngehubungin Rahma pake line. Dia kayaknya excited banget sama aplikasi line yang bisa ngirim stiker. Sampe dia bilang kalau dia kangen Rahma, tapi sama dibales "Tapi, akak gak kangen tuh". Dia langsung ngambek dan gak kirim-kirim line lagi hahaha.
Terus dia waktu itu Rahma ingetin buat solat maghrib, dan dia katanya belum solat. Padahal waktu solat maghrib udah habis disana. Rahma langsung bales line dia dengan bilang "Orang yang suka berdusta itu gakkan mau buat solat, dan mereka bakalan masuk neraka. Akak gak suka sama orang suka berdusta". Ridha bilang, Restu pas baca itu langsung ke kamar mandi dan wudhu terus solat sambil nangis. Ridha ngakak ketawa liat dia kayak gitu. Katanya dia nangis sambil wudhu juga. Hahaha. Besoknya dia nge line lagi dan bilang minta maaf dan jangan laporin ke Ibu.
Ayah bilang, kalau Rahma dan Restu itu setipe. Kami itu suka meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Berusaha dengan keras serta belajar sampai tuntas dan gak suka kalau ada yang mencoba bersaing. Paling gak suka sama persaingan. Mending mundur daripada harus bersaing. Karena takut kecewa. Selalu berusaha sendiri dulu baru minta tolong orang lain kalau udah beneran gak bisa.
Yang paling Rahma kagumin dari Restu itu, dia orang yang sabar (mungkin, aamiin). Dia suka curhat ke Rahma kalau dia suka dikucilkan sama temannya atau suka dibilang karena anak guru makanya blabla blabla. Hampir mirip sama Rahma sih, dulu waktu SD, SMP, SMA, Rahma juga pernah digituin. Tapi kalau Rahma cuma bisa curhat ke diary, sejak masuk kuliah baru Rahma mulai berani cerita ke Ibu tentang hari-hari berat yang Rahma lalui.
Restu itu, kalau Rahma motivasi buat ngehapal ayat Al-Quran dia langsung mau dan suka laporan surat-surat apa aja yang sudah dihapal. Dan dia kalau belajar cuma di sekolah sama tempat ngaji aja. Gak terlalu banyak pengajaran dari Rumah. Sepertinya dia lebih pinter dari Rahma. Dia termasuk orang yang cepet nangkep ilmu. Yah, semoga saja aamiin.
Tapi sejak dikenalin korea korean sama Ridha, dia jadi ikut-ikutan. Ridha lumayan jago buat masalah dance, gak ngerti juga dia belajar dari siapa (otodidak kata dia sih). Tapi semoga saja Restu gak over suka koreanya -__-
Sekedar suka sih ga apa-apa (nasehat seseorang).
Pengen banget bisa pulkam lebaran tahun ini, tapi apalah daya ada yang harus diurus disini. Ntahlah bisa pulang tahun ini atau mungkin tahun depan baru bisa pulang :(
Cuma pengen bilang, kalau Rahma kangen adik-adik Rahma. Mereka gak ada duanya. Mereka meski negeselin tapi cuma mereka teman yang paling mengerti Rahma luar dalam. Cuma sama mereka Rahma bisa mengeluarkan sifat asli, sifat usil dan mereka adalah tempat Rahma bersandar.
Kami adalah empat musim yang menghiasi Rumah untuk Ayah dan Ibu. Yang berusaha memberikan kehangatan, keindahan, kenyamanan dan kerinduan pada mereka :)
Minggu, 15 Mei 2016
Otak Perempuan
Assalamu'alaikum wr.wb
Rahma habis baca sebuah buku, judulnya Female Brain. Buku ini menceritakan bahwa begitu banyak hormon yang mempengaruhi prilaku dan cara berpikir seorang wanita. Rahma minjem buku ini dari Dede Faliq, yang ngenalin tentang perbedaan otak laki-laki dan perempuan.
Otak perempuan itu rumit, bukan karena perempuan yang riweuh tapi memang karena hormon-hormon yang menunjang kelansungan hidupnya sangat beragam. Mulai dari induknya, yaitu estrogen, progesteron, testosteron, oksitosin, dan lain-lain. Semuanya memiliki peran yang berbeda di waktu yang berbeda pula. Pantas saja wanita itu tidak mudah ditebak. Hari ini mungkin dia sedang cerah mood nya, namun besok bisa jadi berubah 180 derajat. Karena hormon-hormon tersebut juga bergantian untuk memasang perannya.
Rahma pada kesempatan kaliini akan merangkum proses perkembangan perempuan dari kanak-kanak hingga masa keemasan (gold age) :
1. Kanak-kanak, kromosom yang membentuk janin perempuan berbeda dengan milik laki-laki. Kromosom perempuan adalah XX. Dimana hal ini menunjukan bahwa hormon estrogen yang dimiliki perempuan nantinya dua kali lipat bahkan lebih dari perempuan. Sehingga hormon testosteronnya akan lebih sedikit dibandingankan laki-laki. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perempuan unggul dengan estrogen sedangkan laki-laki unggul dengan testosteronnya. Wanita dengan estrogennya akan memiliki ingatan yang kuat serta detail, dan kemampuan verbal yang luar biasa hebat.
2. Pubertas, siklus bulanan akan dimulai pada masa ini. Dimana setiap bulan ada masa-masa dimana estrogen naik, progesteron turun, atau oksitosin yang naik, estrgen turun, dan sebaliknya. Makanya, perempuan beberapa hari menjelang masa haidnya akan mengalami stress, tekanan batin serta lebih mudah marah dan waspada karena ada hormon tertentu yang mempengaruhinya. Pada masa ini, remaja perempuan cendrung banyak membangkang pada orangtuanya, dan emosinya sering naik turun (pengalaman banget, dan bener banget!)
3. Kematangan perempuan, perempuan mulai memikirkan masa depan. Mulai berhati-hati dalam memilih pasangan yang akan menjamin kehidupannya dan dapat mencapai visinya. Mulai memikirkan hal-hal baru apa yang dilakukan, kapan menikah, memilih pekerjaan dan lain-lain. Perempuan akan lebih bisa mengendalikan emosinya pada masa ini, berpikir sebelum berucap dan bertindak.
4. Kehamilan, Menyusui Membesarkan Anak, saat perempuan telah mencapai masa kehamilannya, maka muncullah sebuah hormon baru yang bernama oksitosin. Sifat keibuan mulai muncul dan mengalir dalam darahnya. Anak menjadi segalanya. Stress menjadi hilang saat bayi mulai menyusui, namun stress dapat kembali hadir apabila sang ibu dijauhkan dari bayinya. Karena ada keterikatan batin serta hormon yang muncul saat ibu dan anak bersatu.
5. Perimenopuse, sklus estrogen, progesteron dan testosteron menjadi tidak teratur. Haid menjadi tidak teratur siklusnya. Kondisi fisik dan emosi berubah-ubah melebihi masa pubertas. Sehingga pada masa ini rentan terjadi perceraian.
6. Menopouse, perubahan besar terjadi. Hormon-hormon mulai menurun, ini artinya masa-masa bersama anak menjadi sesuatu hal yang biasa. Perempuan menjadi lebih terfokus pada dirinya sendiri. Ingin memulai sesuatu yang diinginkan sedari dulu.
7. Pascamenopouse, saat inilah saat lansia. Perempuan mulai pikun dan lambat dalam berpikir. Karena estrogen yang selama ini menyokong ingatannya mulai hilang dan bertempat sangat rendah dalam aliran otak.
Dari buku ini, Rahma menjadi tau bahwa perempuan itu istimewa. Penciptanya, yakni Allah SWT berhasil menyusun suatu makhluk yang berbeda dari makhluk lainnya. Tanpa wanita, laki-laki tak bisa apa-apa. Tanpa laki-laki wanita juga tak bisa apa-apa. Susunan otak mereka menjadi saling melengkapi dengan cara yang unik. Subhanallaah..
Minggu, 27 Maret 2016
Lagu Malaysia dan Kenangannya
Jadi, ini ceritanya lagi tengah malam dan Rahma gak bisa bobo. Gak tau juga kenapa -___-
Mau curhat ajalah ya tentang yang kemarin Rahma pikirkan.
Pas malam minggu kemarin, Rahma punya targetan harus selesai baca suatu buku. Tapi sampai hari Senin ini belum selesai juga. Karena Rahma malah main game di laptop (kebiasaan, kalau udah main game gak akan berhenti sampai tangannya pegel :( ). Sambil main game Rahma dengerin radio, biasanya kalau malam minggu acaranya lumayan seru, lagu-lagu yang diputerin juga yang lagi populer, dan penyiarnya ngobrolnya asik. Rahma suka dengerin radio itu pasti gak akan berhenti teken tombol next bahkan sampai balik lagi ke awal. Berhentinya kalau radio muterin lagu Barat, Korea, Malaysia atau Jepang. Kalau lagu Indonesia, juga milih dulu yang kenal lagunya (soalnya gak terlalu suka lagu Indonesia, kebanyakan lagu Indonesia sekarang makna lagunya gak ada dan dangkal banget buat didengerin, sok iyee sok tauu banget luu maa :p )
Nah, sampai pada suatu frekuensi yang lagi muterin lagu Malaysia. Jarang banget ada radio yang punya acara khusus muterin lagu Malaysia jadul. Yang jadi penyiarnya dipastikan bapak-bapak dan pendengar yang request pun bapak-bapak. Soalnya yang menjadi pendengar setia lagu Malaysia jadul contohnya kayak lagu-lagunya Iklim (nama band) adalah bapak-bapak. Rahma pun kenal lagu Malaysia yang jadul ini dari ayah, pas Rahma masih SD.
Tiap main ke Bukittinggi Ayah pasti beliin buat Rahma dan adik Rahma majalah Bobo, komik Doraemon, kaset CD film Barbie (jangan heran kalau sampe sekarang masih suka sama Barbie dan film sejenisnya misal Tinker Bell), Power Ranger, dll (yang konsumsi anak-anak zaman itu), dan kaset CD lagu-lagu Malaysia (dan Ayah selalu beli yang asli, kalau gak ada yang asli terpaksa beli bajakan ). Tentunya kita suka rebutan siapa yang cepet buat nyetel kaset yang baru Ayah beli tersebut. Rahma sebenernya suka dengerin musik Malaysia, tapi nonton Barbie atau Power Ranger adalah nomor1. hahaha...
Ayah biasanya baru nyetel musik kalau beliau lagi senggang, lagi libur gak ada kerjaan, Dan kita serumah harus ikut ngedengerin mau gak mau (ya iyalah kan punya telinga :p)
Banyak banget lagu Malaysia yang Rahma kenal, tapi yang masih inget nama artisnya cuma Iklim dan Siti Nurhaliza (cantiiikk bangeeeet). Kalau judul lagu Rahma gak terlalu hapal (dari dulu sampe sekarang emang gitu, tau lagu tapi gak inget judul lagu). Sampe pernah ada kejadian memalukan waktu Rahma SMA. Jadi, tiap minggu pagi selesai sholat subuh kita rolling tiap kelas (semua angkatan) buat nampilin muhadarah. Penyajian muhadarahnya bebas yang penting punya tema dan tujuannya untuk dakwah (menyampaikan kebaikan). Banyak banget cara dan inovasi penyajian yang dilakukan tiap kelas. Sampe bikin kayak drama komedi tapi isinya dakwah. Biasanya kelas yang paling kreatif, penampilan muhadarahnya yang paling ditunggu-tunggu.
Nah, kadang di setiap akhir muhadarah ada kuis biar penonton gak bosen. Pernah waktu itu, kuisnya tentang judul lagu yang dinyanyikan nasyid pas penutup muhadarah. Rahma tau itu lagunya Opick dan Amanda yang lirik awalnya "Hujan kau ingatkan aku, tentang satu rindu". Rahma dengan pedenya tuh, ngangkat tangan. Pas ngejawab, Rahma bilang judulnya Hujan, dan Rahma yakin banget judulnya hujan karena lirik awalnya hujan. Deng, salah! kata MC nya.
Rahma bingung, kok salah? Malah diketawain sama teman-teman Rahma. Ternyata judulnya Satu Rindu, wkwkwk.
Balik lagi ke cerita awal. Jadi begitulahkira-kira (hmmm), Rahma bernostalgia ria dengan masa kecil Rahma ketika ngedengrin lagu-lagu yang diputerin Bapak-bapak radio tersebut. Pas Rahma dneger dengan seksama, lagu Malaysia yang jadul biasanya bercerita tentang laki-laki yang dikhianati, yang ditinggal pergi, ditinggal kawin, dan segala macem tentang broken heart. Tapi maknanya dalem banget, tutur bahasanya juga gak sembarangan dan sembrono alay kayak lagu-lagu sekarang. Malaysia juga termasuk negara mayoritas muslim dan suku melayu, jadi lagu-lagu jadulnya pun pake bahasa melayu yang orang Indonesia bakalan mudah buat mengertinya, ada beberapa lagu juga yang mengaitkan dengan ketuhanan, bahwa cinta atau jodoh udah diatur sama Tuhan jadi terima aja kalau memang takdirnya berpisah (ce ileeehh sedih broo :'( ).
Rahma juga jadi merenungi, kalau cara menulis Rahma memakai bahasa melayu. Pantesan banyak koreksi dari dosen pembimbing Rahma tentang tulisan Rahma. Ya udah lah, namanya juga belajar, biasa aja kalau sampe banyak salah :(. Tapi jadi ketawa sendiri, kepikiran apa gara-gara Rahma waktu kecil suka dengerin lagu berbahasa melayu jadinya pas udah gede kayak sekarang? hahaha :D
Haaah, pokoknya kalau udah dengerin lagu Malaysia yang jadul itu ngebayanginnya masa lalu yang tampak ceria tapi pas ngerasain dulunya mah biasa aja. Kebayang nasehat-nasehat Ayah yang suka dalem banget maknanya. Kebayang kalau tinggal di Malaysia gimana, soalnya Rahma kagum sama negara yang satu ini. Malaysia itu mayoritas suku melayu dan mereka kalau sesuai adatnya suka pake baju kurung (buat perempuan), dan itu ngeliatnya adem plus sopan banget. Ya mirip-miriplah dengan budayanya masyarakat Minangkabau. Terus ditambah lagi, mereka kalau ngobrol aksennya enak didengar, coba aja nonton upin dan ipin. Pasti habis nontonnya, kita spontanitas praktekin logat dan aksen mereka..
Pokoknya lagu-lagu jadul itu banyak punya kelebihan (nah, ini aja contohnya, harusnyak kan punya banyak, bukan banyak punya :3). Lagu-lagu Indonesia jadul juga gak kalah bagusnya kok, contohnya lagu-lagu Ebiet G, A. D, Iwan Fals, Chrisye, dll.
Ya walaupun sebenernya ngedengirn musik itu gak pasti bikin positif, tapi coba ambil yang bisa ngasih kita nilai positif aja pas ngedengerinnya. Selama gak bikin kita syirik dan menimbulkan syahwat (dari suatu nasehat yang pernah Rahma denger, tapi baiknya bagaimana keyakinan masing-masing, tapi (tapi lagi) lebih baik lagi perbanyak zikir yang udah jelas punya nilai pahala :) (zikir itu gak cuma habis solat, tapi juga bisa dengan mendengarkan murotal atau baca Al-Quran lho)).
Udahan yaa curhat malam ini, eh udah mau subuh ternyata.. Bye bye :*
Sabtu, 26 Maret 2016
Memaafkan dan Mengalah
Sebenernya Rahma mau nyurhatin apa yang lagi Rahma rasain disini, berhubung pengunjung blog ini gak ada. Alias cuma Rahma aja yang baca :v. Jadi kalau Rahma curhat disini kayaknya bakalan gak ada yang tau hahaha..
Tapi mikir lagi, soalnya pernah mendengar nasehat kalau orang beriman itu gak akan menceritakan keluh kesahnya, akan menyimpan sendiri. Okay, itu gak bisa dibantah harus Rahma patuhi.
Jadi Rahma gak akan cerita keluh kesah Rahma :p
Rahma mau ngutip sebuah paragraf aja lah ya dari buku yang lagi Rahma baca.
"Memaafkan dan Mengalah"
"Akhlak yang agung dan tinggi inilah yang mendorong Abdullah bin Mas'ud ketika duduk di pasar membeli makanan. Ketika hendak membayarkan beberapa dirham miliknya beliau baru mengetahui bahwa uangnya telah hilang dicuri. Orang-orang pun mendoakan jelek kepada orang yang mencurinya, namun Abdullah bin Mas'ud mempunyai pandangan yang lain. Beliau duduk dan berdoa, Ya Allah, apabila yang mendorong dia mencuri adalah kebutuhan yang mendesaknyamaka berkahilah dia di dalamnya, namun apabila karena keberaniannya dalam berbuat dosa maka jadikanlah ini akhir dosanya."
Mulia banget ya akhlak dari para tabi'in..
Mungkin ini bisa membantu Rahma berpikir jernih dari masalah-masalah yang kadang terlalu didramatisir oleh prasangka, baik itu bagus ataupun jelek.
Jumat, 26 Februari 2016
Cerita Calon Guru (1)
Karena tadi ikut seminar tentang menulis, jadi ada semangat lagi buat nulis (selain nulis SKRIPSI).
Jadi, cerita Rahma kali ini adalah tentang siswa dan problematikanya.
Bagi yang tidak berprofesi sebagai guru, mungkin menganggap profesi guru adalah sesuatu yang cemen (tidak membutuhkan keahlian khusus, karena sesungguhnya semua orang bisa jadi guru, ya guru abal-abal). Tapi tidak semua orang bisa menjadi guru profesional, guru yang memberikan inspirasi pada siswanya, guru yang bisa membuat siswanya merasa dilindungi.
Termasuk Rahma yang saat ini sedang belajar bagaimana mencapai kompetensi profesional tersebut.
Meskipun saat ini Rahma tidak lagi dalam masa PPL (Pelatihan Profesi Lapangan), namun Rahma tetap datang ke sekolah karena keperluan penelitian dan membantu Ibu Pamong.
Tentunya bertemu kembali dengan anak-anak yang unyu-unyu dan imut >.<
Awalnya tidak menyangka mereka akan menyambut dengan antusias kembalinya Rahma ke sekolah, berasa jadi artis :) (yang ini lebay).
Banyak cerita yang mereka ungkapkan, Rahma seperti tidak lagi menjadi guru pelajaran matematika saja tapi juga menjadi teman mereka. Kami melakukan curhat, saling mendengarkan dan bercanda. Karena mereka adalah siswa kelas 7 jadi interaksi yang terjadi seperti antara kakak dan adik. Akan beda ceritanya jika interaksi dengan kelas 9, apalagi siswa laki-lakinya, seperti jaga jarak (hmmm :3)
Tapi, ketika ada suatu masalah yang terjadi pada mereka dan mereka mencurhatkannya pada Rahma, jujur Rahma kebingungan untuk memberikan saran. Khawatir saran tersebut aneh, dan gak bisa membantu. Sepertinya harus banyak membaca buku psikologi anak dari sekarang.
Alih-alih belajar mendengarkan masalah anak-anak, serta melatih diri dalam menghadapi problematika diri anak. Semoga dimudahkan aamiin.
Rahma pernah mengalami suatu kejadian sewaktu SMP yang sampai sekarang masih membuat Rahma sedih, yakni kesalah pahaman antara Rahma dan guru kesayangan Rahma.
Jadi, ceritanya waktu itu adalah momen 17 Agustusan. Banyak siswa dan guru yang ikut lomba di kecamatan, jadilah sekolah dan kelas sepi. Tapi masih ada sebagian guru dan siswa yang tetap di sekolah. Kelas Rahma waktu itu ada pelajaran dengan Ibu guru tersebut. Awalnya ibu guru bilang pelajaran beliau jadi jam kosong saja, boleh melakukan kegiatan bebas. Tapi tiba-tiba ibunya masuk kelas dan memulai pelajaran, entah karena apa.
Saat itu Rahma sedang tidak ingin belajar, sehingga ketika ibunya menerangkan Rahma malah menelungkupkan kepala di meja tidak memperhatikan pelajaran. Ibunya menegur Rahma, dan menyuruh Rahma keluar.
Saat itu Rahma merasakan sakit yang campur aduk dengan sedih. Rahma paling gak tahan kalau dimarahi oleh orang yang Rahma sayangi. Seakan-akan Rahma akan dibenci selamanya, apalagi Ibunya memarahi Rahma di depan semua anak kelas.
Jadilah sejak hari itu Rahma memiliki jarak dengan ibu tersebut, bahkan Rahma sudah meminta maaf tetap saja Ibunya tidak pernah seperti dulu lagi. Itu adalah luka yang sampai saat ini belum bisa Rahma sembuhkan dan Rahma tidak mau jika ada siswa yang mengalami hal tersebut.
Sekarang, Rahma masih berpikir bahwa anak/siswa bukan untuk dijauhi meskipun dia seorang penjahat sekalipun. Walaupun kenyataannya sangatlah sulit untuk bisa mendekati siswa yang dalam tanda kutip "luar biasa berbeda dari temannya". Butuh momen dan kata-kata yang tepat agar mereka bisa mendengar nurani seorang guru.
Jadi, kesimpulannya menjadi guru itu tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin.
Cerita lain yang ingin Rahma sampaikan lagi adalah mencoba untuk ikhlas karena Allah ternyata sulit dari yang dibayangkan. Selama ini Rahma berusaha melakukan apa yang dimintakan orang lain pada Rahma, berusaha membantu, namun ada saatnya ketika Rahma bermenung sendirian, Rahma merasa seperti dipermainkan alias jadi kacung. Ibu Rahma dulu juga sudah pernah bilang pada Rahma kalau Rahma orang yang termasuk mau saja dipermainkan, disuruh-suruh tanpa tau kalau sebenarnya Rahma dimanfaatkan. Ayah juga pernah memberi nasihat kalau Rahma jangan mau-mau saja jika diminta tolong orang lain, berpikirlah dulu untuk beberapa kali sebelum membantu. Tapi kenyataannya susah untuk melakukan nasihat ayah itu. Kata ayah juga, Rahma termasuk polos dan mudah sekali ditipu. Begitulah, sekarang Rahma baru merasakan kalau Rahma akan dibuang jika sudah tidak dibutuhkan.
Tapi, ada satu poin yang Rahma tanamkan bahwa ada Allah melihat semuanya. Rahma hanya ingin melihat nanti di akhirat bahwa jika Rahma meringankan beban orang lain maka Allah akan meringankan beban Rahma juga di akhirat.
Udahan ah, segitu dulu cerita kali ini nanti disambung lagi :3
Jumat, 22 Januari 2016
Matematika adalah Ilmu tentang Akhlak Terpuji
Assalamu'alaikum wr.wb
Apa kabar guys? Rahma alhamdulillah baik-baik aja, semoga chingudeul (teman-teman) semua juga dalam keadaan baik.
Kali ini Rahma akan cerita tentang kejadian yang Rahma alami hari ini, tepatnya saat bimbingan skripsi dengan dosen. Rahma gak perlu sebutkan lah ya nama beliau, yang penting ilmunya aja (ting ting ting ;)).
Jadi, ceritanya Rahma bimbingan tentang lesson design yang akan Rahma pake nanti pas penelitian. Wah, banyaaak banget koreksi dari beliau buat Rahma, terutama bagian susunan kalimat hahaha..
Ya, beliau memaklumi kalau orang seberang (alias orang luar pulau jawa yang kemelayu-melayuan) cara bahasanya memang sedikit berbeda. Suka dibalik kata-katanya. Contoh : sangat pemalu menjadi pemalu sangat.
Jadi, tertawa sendiri baca tulisan Rahma haha. Udah mahasiswa masih aja cara nulisnya amburadul gitu. Tapi Rahma kagum banget sama dosen pembimbing Rahma ini, beliau sangat bagus cara ngajarnya, ilmu matematikanya TOP - lah, dan ternyata dari segi penguasaan bahasa beliau juga keren! >.<
Selain itu, beliau juga membuka pikiran Rahma bahwa semakin seseorang berintelektual maka gaya bahasa, tutur bicara, topik pembicaraannya pun akan berbeda dari orang kebanyakan. Lebih elegan dan sarat makna.
Banyak tokoh-tokoh yang terkenal tapi cara berbicara mereka masih belum berintelektual sehingga orang-orang di sekitarnya pun tidak memiliki rasa segan atau hormat padanya. Mulut seseorang mencerminkan bagaimana prilakunya, bagaimana ia menghargai orang lain.
Seorang yang memang sejatinya pintar matematika maka cara bicaranya pun akan berbeda dari kebanyakan orang. Pintarnya seseorang matematika akan mengarahkan ia untuk berbicara yang benar, yang jujur, yang valid, bukan suatu yang mengada-ada. Karena Matematika mengajarkan ilmu tentang keteraturan, kedisplinan, kehati-hatian, kebenaran, dan kebertanggungjawaban.
Jika seorang ahli Matematika berbicara maka apa yang ia bicarakan harus bisa ia pertanggungjawabkan, jika tidak ia bukanlah seorang ahli Matematika. Matematika mengajarkan tentang kebenaran, bukan suatu prasangka. Matematika mengajarkan untuk berhati-hati dalam menggunakan kata, kalimat dan pernyataan, jangan sampai apa yang disampaikan berlawanan dengan keadaan yang sebenarnya. Matematika mengajarkan kedisplinan, tidak boleh meninggalkan satu simbol sekecil apapun itu, mau itu pada rumus, satuan, teorema, bahkan definisi. Karena hilang satu titik saja dapat mengacaukan segalanya.
Itulah Matematika... yang menjadikan seorang manusia bisa menjadi manusia seutuhnya, membantu manusia untuk berjalan di jalan taqwa pada Allah SWT. Semua yang diajarkan oleh Matematika itu, adalah prilaku terpuji yang dimiliki Rasulullah SAW.
Jadi, Matematika itu bukan ilmu hitung, bukan pelajaran yang berisikan rumus, bukan mata pelajaran yang menyeramkan.
Alhamdulillah Rahma bisa belajar banyak dari beliau, tapi perjalanan Rahma masih panjang untuk perjuangan skripsi ini. Doakan ya teman-teman Rahma bisa segera menyelesaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Karena Allah yang bisa memampukan Rahma untuk menuntaskan segala ibadah di dunia ini :))
NB : Rajin senyum ya teman-teman, rajin sapa orang lain terlebih dahulu, mau lebih tua ataupun lebih muda :)
Park Bo Gum aja gitu, masa kita umat islam yang sudah diajarkan beratus tahun yang lalu oleh Rasulullah gak bisa mengamalkan.. Hayoo jadi orang yang selalu positive thinking.
Langganan:
Komentar (Atom)








